oleh

Ketua Brigade Citos: Jangan Sampai PSI Gali Lubang Kubur Sendiri

-Nasional-514 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Komandan Barisan Satgas CITOS (Brigade CITOS Indonesia) Andy Kodrat berpendapat bila Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mau memposting berita apapun, seharusnya dilakukan dengan penggalian data otentik, baik secara verbal maupun tertulis, dengan pencarian informasi yang jelas dari para pelaku sejarah yang masih hidup atau data-data arsip nasional.

“Bukan sekedar dari informasi berita yang cenderung berat sebelah dan tidak objektif, karena sarat kepentingan politik yang justru cenderung destruktif,” ujar Andy Kodrat di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Andy, kalau mau main buka-bukaan mengenai fakta sejarah, justru akan melebar kemana-mana. Sebab setiap tindakan langkah kebijakan pasti ada dasar alasan dan akibatnya.

“Kasihanlah para pelaku sejarah yang telah tiada ini, biar bagaimana pun terlepas benar atau salah pelakunya, ini pasti akan membuka luka lama sejarah perjalanan bangsa Indonesia,” katanya.

Disampaikan Andy, Brigade CITOS melalui ketua komandonya, dalam hal ini secara tegas akan membela dan mendukung langkah-langkah yang sudah diambil jajaran Dewan Pengurus Pusat CITOS Indonesia dalam upaya meluruskan fakta sejarah yang sesungguhnya.

“Kami tegaskan jangan sampai PSI malah menggali lubang kuburnya sendiri, setelah upaya-upaya pemerintah dan para tokoh bangsa serta pelaku sejarah dalam rekonsiliasi yang dilakukan beberapa waktu yang lalu di hotel Aryadutha Jakarta, yang juga ikut memberi reaksi,” tegasnya.

Video yang diviralkan oleh PSI berisi masalah penanganan PKI, penembak misterius (Petrus), tragedi Tanjung Priok 1984, persoalan Talangsari 1989, penculikan aktivis dan mahasiswa 1997, serta tragedi Trisakti 1998. (igo)

News Feed