oleh

Cut Mardiah: Pancasila Sumber dari Segala Sumber Hukum

-Nasional-128 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Sudah sepatutnya Pancasila diletakkan sepenuhnya sebagai sumber dari segala sumber hukum. Namun konsekuensi meletakkan kembali pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Demikian ditegaskan pengamat politik dan sosial Ir. Cut Mardiah dalam diskusi bertema “Pancasila Tidak Boleh Kalah” yang diselenggarakan oleh Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) di gedung Pancasila (Cawang Kencana), Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

“Pancasila memang sudah final, tidak perlu dirubah-rubah lagi, karena sudah merupakan konsensus para pendiri negara ini. Yang belum final adalah bagaimana cara mengimplementasikan Pancasila secara maksimal dalam produk perundang-undangan yang akan menjadi acuan sendi kehidupan beragama, sosial politik dan perekonomian seluruh rakyat Indonesia, dan bahkan kelak akan menjadi taruhan terhadap keutuhan negara ini,” ujar Cut Mardiah yang juga menjabat sebagai Wabendum di ARUN.

Meski demikian menurutnya, meletakkan kembali pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum memiliki konsekuensi tersendiri, yaitu:

1. Mengevaluasi dan merevisi atau merubah secara total seluruh produk perundang-undangan yang tidak atau kurang sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Pancasila (ada 1902 UU yang telah dibuat sejak Indonesia merdeka).
2. Mengevaluasi RUU agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti RUU yang sebaiknya dicermati, di antaranya RUU KUHAP, RUU Minerba, RUU Migas.

“UUD’45 adalah pengejawantahan Pancasila, saya termasuk yang pro bahwa pembukaan UUD’45 tidak dapat diubah, tetapi batang tubuh UUD’45 dapat diamandemen dengan catatan perubahan tersebut adalah agar UUD’45 semakin berjiwa Pancasila, bukan amandemen yang dibuat berdasarkan pesanan, atau amandemen yang dilakukan tegesa-gesa karena adanya semacam phobia terhadap rezim yang lalu,” katanya.

Menurutnya, penguasa yang tidak mau atau enggan menetapkan kembali dan mengimplementasikan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, maka penguasa tersebut dapat dikatakan tidak Pancasilias, karena patut diduga penguasa tersebut khawatir Pancasila akan menganulir seluruh kebijakan yang hanya pro terhadap pemilik uang dan atau pihak asing. (Igo)

News Feed