oleh

Dianggap Daerah Rawan, 18 Ribu Personil Polri Jaga Pilkada Papua

 

Jakarta, Radar Pagi – Polri mengerahkan 18 ribu personilnya untuk mengamankan Pilkada Papua 2018. Jumlah personil sebesar itu dikarenakan Papua menjadi titik rawan konflik Pilkada, selain Sumut, Maluku Utara, Kalbar, dan NTT.

“Lebih besar (jumlahnya), karena cukup rawan. Sudah ditingkatkan dari awal,” ujar Syafruddin di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2018).

Keamanan di Papua beberapa hari terakhir dinodai peristiwa penembakan  terhadap pesawat berisi 18 personil  Brimob yang baru mendarat di Bandara Kenyom, Kabupaten Nduga, Papua,  Senin (25/6/2018) kemarin pagi.

Pelaku penembakan diduga berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wil Mugi Ndugame pimpinan Egunius Kogoya. Tidak ada personil Brimob yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, namun pilot pesawat milik Trigana Air jenis Twin Otter atas nama Ahmad Abdillah Kamil (27), mengalami luka terkena serpihan peluru di bagian bahu dan kepala bagian belakang.

Selain itu, 3 warga pendatang yang berjualan di sekitar bandara tewas karena ikut diserang oleh KKB. Hendrik Sattu Kola asal Toraja tertembak perut dan meninggal dunia), lalu istri Hendrik bernama Margareta Polli juga tertembak dan kena bacok di kepala dan tangan hingga meninggal dunia). Sementara putra mereka, Arjuna Kola, terkena bacokan di kepala dan saat ini masih dirawat di Puskesmas Nduga.

Seorang warga pendatang bernama Zaenal Abidin asal Sulawesi Selatan juga meninggal dunia setelah tertembak di rusuk kiri.

Sebelumnya, , pada tanggal 22 Juni 2018, KKB juga melakukan penembakan terhadap pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU rute Timika-Keneyam di lokasi yang sama.

Dalam peristiwa itu, Co- Pilot Irena Nur Fadila terkena serpihan peluru pada pergelangan kaki. (Eka/Om Yan)

News Feed