oleh

Timsel KPU Kab/Kota se-Sumut Diminta Tidak Rekrut Calon Bermasalah dengan DKPP RI

-Nasional-184 views

 

Nias Selatan, Radar Pagi – Ketua GP Ansor Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat, Alex Brian Wau, meminta Tim Seleksi (Timsel) perekrutan Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara untuk tidak mengakomodir Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota yang bermasalah dengan hukum.

Apalagi calon tersebut telah mendapatkan peringatan keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia (RI). Hal itu, kata Alex agar terwujudnya sistem demokrasi yang berintegritas.

“Kita minta kepada Timsel perekrutan KPU Kabupaten/Kota ini benar-benar sportif dan tidak mementingkan kepentingan kelompok tertentu. Apalagi meloloskan calon yang telah mendapatkan peringatan keras dari DKPP RI,”  tegas Alex saat dikonfirmasi via selular,  Senin (16/7/2018).

Alex Brian Wau mengumpamakan perekrutan Calon Bawaslu Kabupaten/Kota, Timsel gugurkan Demisioner pada seleksi administrasi.

“Coba pada perekrutan Calon Bawaslu Kabupaten/Kota, Calon Anggota Bawaslu dari Demisioner langsung digugurkan oleh Timsel karena telah mendapatkan peringatan keras dari DKPP. Tentunya pada perekrutan Calon anggota KPU ini juga Timsel juga melakukan hal yang sama,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rikardo Loi, seorang aktivis mahasiswa kelahiran Nias yang saat ini menjabat Ketua DPP Pimpinan Pusat GMNI di Jakarta. Dia mengatakan Timsel harus bekerja profesional dan merekrut calon-calon yang taat pada prinsip kepemiluan.

“Secara khusus untuk 5 Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias, Timsel benar-benar melihat dan menelaah administrasi para calon seperti yang telah dilakukan oleh Timsel Bawaslu Kabupaten/Kota. Hal itu juga bisa berefek pada pemilu nantinya,”  ujar Rikardo

Baik Alex Brian Wau maupun Rikardo Loi berharap Timsel benar-benar menyaring calon-calon yang tidak berkaitan dengan partai politik, tidak bermasalah dengan hukum, tidak pernah diberi sanksi dari DKPP apalagi pernah menjadi Tim Sukses Calon Kepala Daerah tahun 2015 lalu.

“Kita berharap nantinya pada tes kelayakan dan kepatutan dapat menghasilkan orang-orang yang berkompeten. Hal itu agar terciptanya pemilu yang berintegritas,”  tukas Rikardo. (rio)

News Feed