oleh

Buron 10 Bulan, Pelaku Penganiayaan Ini Dibekuk Polsek Lolowa’u

-Hukum-119 views

 

Nias Selatan, Radar Pagi – Seorang terduga pelaku penganiayaan berinisial YH alias Ari (28) warga Lorong Bahodema Desa Bawosalo’o Siwalawa Kecamatan Lolowa’u Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara berhasil diringkus aparat Polsek Lolowau setelah buron selama 10 bulan lamanya.

Kapolsek Lolowa’u Iptu Yunus Siregar saat dikonfirmasi melalui selular menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu, 6 September 2017 silam di Lorong Bahodema Desa Bawosalo’o Siwalawa Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan. Saat itu korban bernama Kahasa Halawa alias Ama Nisi kedatangan 2 orang tamu di rumahnya yaitu Yanuari Halawa dan seorang temannya berinisial F-H (DPO).

Keduanya langsung mengetuk pintu rumah korban dan mengatakan “Mengapa kau tantang kami?” Korban yang baru membuka pintu rumah langsung dianiaya oleh kedua pelaku dan ditikam di bagian dagu dan bahu sebelah kiri. Usai melakukan penganiayaan, kedua pelaku langsung melarikan diri.

Istri korban (Libertina Halawa)  yang melihat peristiwa itu sempat berteriak minta tolong kepada warga, namun kedua pelaku keburu lari.   korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Atas kejadian tersebut,  Istri korban kemudian membuat pengaduan ke Polsek Lolowau dengan nomor LP/ 44/ IX/ 2017/ SPK-C/ SU/Res.Nisel/Sek.Lolowa’u, tanggal 6 September 2017.

“Tersangka YH alias Ari ini sudah 10 bulan buron terkait kasus penganiayaan, yang dilaporkan oleh korban Kahasa Halawa alias Ama Nisi. Korban telah kita amankan di Polsek Lolowau dan sedang dilakukan pemeriksaan,”  terang Yunus.

Yunus menjelaskan, awalnya, pada Selasa, 17 Juli 2018 kemarin, polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka YH alias Ari sedang berada di Desa Lolowau tepatnya di Pekan Lolowau. Petugas  Polsek Lolowau selanjutnya bergerak dengan dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu A Yunus Siregar dan setelah sampai di lokasi langsung meringkus tersangka.

“Kita masih mengejar seorang pelaku lain yang berinisial FH. Dihimbau kepada tersangka agar segera menyerahkan diri kepada aparat kepolisian,” tukasnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 170 Subsider Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. (wilson loi)

 

 

News Feed