oleh

Puisi Heri Almi Maulana

-Puisi-646 views

 

Tak Tahu Malu

Hujan menampakkan wajahnya.
Terlihat sedih melihatku.
Sembari air matanya mengalir deras.
Hingga tetesannya, menusuk ubun-ubun.

Iringan angin sesekali menyapa.
Dengan raut merah menyala.
Menampar perut bagian kiriku.
Aku tak mengerti, apa maksud semua ini.

Bertanya ku pada hati.
Namun tak ada balasan.

Memang hati bagai batu.
Diam tak tersimpu malu.

 

Sukses

Dulu hanya angan-angan.
Dulu hanya harapan.
Dulu hanya impian.
Sekarang jadi kenyataan.

Tapi perjuangan tak akan aku hilangkan.
Walau..
Hambatan semakin, semakin deras.
Aku tak hiraukan.
Besar kepala menghantui.
Bukan tujuan.
Seperti padi yang berisi, menunduk kebawah.

Jangan lupakan berbagi.
Perjuangan menjadi berarti.
Doa tak harus dihindari.
Sebab itu kunci sejati.

News Feed