oleh

Dulu Indah dan Asri, Kini RPTRA Kalijodo Berubah Kumuh

-Utama-455 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo kini kotor dan berantakan. Rumputnya terlihat meranggas dan rusak bekas terinjak-injak. Aspal mulai mengelupas dan berlubang. Sejumlah lampu rusak, malah ada yang copot. Belum lagi sampah yang berserakan di sana-sini.

Suasana kumuh tersebut sangat kontras dengan masa pemerintahan Ahok-Djarot. Dulu RPTRA Kalijodo sangat bersih dan terawat. Ramai warga membawa anak-anak mereka bermain di sini setiap pagi dan sore karena ada sejumlah fasilitas bermain anak. Sekumpulan remaja juga kerap terlihat bermain sepeda di lintasan BMX.

Kini semuanya tinggal kenangan. Bukan hanya fasilitas bermain anak telah banyak yang rusak, sebagian area malah sudah berubah fungsi menjadi tempat warga menjemur pakaian. Ironis, sebab RPTRA tersebut baru diresmikan pada 22 Februari 2017. Artinya kurang lebih baru berumur 1,6 tahun.

Belum lagi pedagang kaki lima yang kerap menggelar dagangan, membuat suasana di sana bertambah kumuh. Para PKL tersebut bahkan kerap meluber sampai ke area jogging track serta jalur khusus bagi pejalan kaki. Mereka juga terkesan tak peduli dengan kebersihan sekitar. Terlihat dari kebiasaan mereka membuang sampah dan limbah seenaknya tanpa ada petugas yang memberi teguran.

“Saya pernah lihat tukang bakso buang sisa kuah bakso ke rumput, ” kata Ahmad Fauqi, warga sekitar yang mengaku sudah enggan untuk menginjakkan kaki lagi ke RPTRA yang sering disebut sebagai Taman Kalijodo itu.

Pemprov DKI Jakarta sendiri sepertinya enggan disalahkan. Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan perawatan Kalijodo bukan hanya tugas Pemprov DKI Jakarta. Seharusnya, kata Sandi, pengusaha dan masyarakat ikut merawatnya.

“RPTRA Kalijodo ini merupakan tanggungjawab bersama, bukan hanya Pemprov DKI, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat,” ujar Sandiaga di Balai Kota, beberapa saat lalu.

Dia mengaku akan merangkul swasta untuk merawat RPTRA Kalijodo, di antaranya Sinar Mas dan Sosro. “Kami akan merangkul semuanya untuk menjaga karena ini milik bersama,” katanya.

Niat Pemprov DKI merangkul swasta untuk merawat taman yang terletak di Jalan Kepanduan II, Tambora, Jakarta Barat itu sebenarnya patut disayangkan karena menunjukkan ketidakmampuan Pemprov mengelola dan merawat fasilitas umum yang telah dibangunnya. Padahal untuk membangun fasilitas umum seperti itu, dana yang dipakai tentu saja berasal dari uang rakyat. (dian)

 

News Feed