oleh

Tommy Soeharto: Partai Berkarya Hadir untuk Bawa Perubahan

-Nasional-168 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Partai Berkarya  tidak terjebak pada nostalgia masa lalu. Justru, Partai Berkarya hadir membawa semangat perubahan, semangat perbaikan di segala bidang. Partai Berkarya bukanlah partai yang terjebak pada nostalgia masa lalu, seperti yang digembar-gemborkan pihak-pihak tertentu.

Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto dalam sambutan acara pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon legislatif (caleg) Partai Berkarya 2019, Minggu (22/7/2018).

“Lantas mengapa kita tidak mengambil contoh yang baik yang telah berhasil dengan gemilang, lalu kita rumuskan konsep dan strategi yang lebih komprehensif sebagai energi baru untuk diterapkan pada masa ini,” ujarnya.

Tommy menegaskan semangat dari Presiden ke 2 RI Soeharto merupakan semangat yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk membawa bangsa ini gemilang dan disegani. Presiden yang dijuluki Bapak Pembangunan itu juga merupakan panutan dalam banyak hal.

Dia bercerita pada tahun 1984 almarhum Soeharto dianugerahi sebuah medali bertuliskan “from rice importer to self sufficiency” dari Food and Agriculture Organization (FAO). Kemudian pada tahun 1986 dianugerah medali emas karena prestasinya itu. Bahkan Indonesia pada saat itu memberikan bantuan bibit, beras dan bantuan teknik kepada negara-negara Afrika dan ASEAN.

“Pandangan almarhum yang visioner tersebut baru saya sadari, bahwa di masa ini dan masa depan, kedaulatan pangan akan menunjang kedaulatan bangsa. Krisis pangan dunia yang sedang kita hadapi bersama, akan menjadi alat bagi bangsa-bangsa lain untuk saling menguasai secara Geopolitik. Bangsa yang besar ini kini sedang dikepung oleh berbagai kekuatan yang akan mengikis keutuhan kita,” pesan Tommy.

Dalam kesempatan  di Diklat para  Caleg Partai Berkarya, Tommy juga mengatakan, Indonesia sedang diuji dengan berbagai macam persoalan. Situasi dan kondisi yang sulit bagi rakyat, persoalan kedaulatan yang mempengaruhi ketahanan nasional harus segera diusahakan solusi dan pemecahannya.

 “Bangsa Indonesia tidak boleh tergantung kepada asing, baik ekonomi, politik, termasuk kedaulatan pangan,” tegasnya.

Kita Semua Terbuai

Hal lainnya Ketum Berkarya tersebut  mengutarakan, hal yang sering dilupakan,  para politikus hanya berpikir untuk menang dan menguasai simpul-simpul kekuasaan.

“Kita hanya suka memimpin dan tidak mau dipimpin, kita lupa bekerjasama sebagai satu tubuh, lupa tentang gotong royong. Kita semua terbuai, hingga lupa makna dari keikhlasan, ikhlas untuk membangun bangsa dan negara dengan peran dan fungsi kita masing-masing sebagai putra-putri bangsa,” tutur Tommy mengingatkan. (igo)

News Feed