oleh

Polres Nias Selatan Musnahkan 2.755 liter Tuak Suling dan 151 Batang Tanaman Ganja

-Hukum-798 views

 

Telukdalam, Radar Pagi – Aparat Polres Nias Selatan memusnahkan 2.755 minuman keras jenis tuak tradisional Nias (tuo nifaro) dan 151 batang tanaman ganja, di Lapangan Orurusa Telukdalam, Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (28/7/2018).

Ribuan liter tuak suling ini merupakan hasil sitaan aparat Polres Nias Selatan dan Polsek Jajaran (Polsek di bawah naungan Polres Nias Selatan) sejak bulan Mei hingga Juli 2018. Sementara 151 batang tanaman ganja merupakan hasil sitaan dari ladang ganja di Desa Hilinamozaua Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan yang ditemukan pada 12 Juni 2018 lalu.

Tuak suling dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam selokan, sementara batang tanaman ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. mengatakan, penertiban minuman keras di Kabupaten Nias Selatan sudah berlangsung kurang lebih selama 6 bulan. “Rangkaian penertiban minuman keras di awali masa sosialisasi selama 2 bulan, dan kemudian kita lakukan penindakan selama 4 bulan. Selama masa penertiban, angka kriminalitas di Kabupaten Nias Selatan menurun sekitar 80 persen,” ujar Faisal saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/7/2018).  

Selama ini, sebagian besar tindak pidana seperti penganiayaan, pengerusakan, KDRT, cabul, pemerkosaan dan pembunuhan di Kabupaten Nias Selatan terjadi akibat pengaruh minuman keras tuo nifaro.

“Kita sudah mengirim sample tuak suling tersebut ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kota Medan, dan hasilnya sangat mengejutkan. Tuak suling tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung sejenis alkohol pembersih luka, yang biasa kita beli di apotik,” papar Faisal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Nias Selatan, Sidi Adil Harita mengatakan, selama ini di Kepulauan Nias khususnya di Kabupaten Nias Selatan, tuak suling beredar bebas tanpa batasan. Hampir di setiap acara sukacita maupun dukacita, masyarakat menjadikannya sebagai budaya untuk mengkonsumsi tuo nifaro tersebut.

“Kebiasaan mengkonsumsi tuo nifaro dalam kegiatan suka dan duka tersebut hampir dijadikan sebagai budaya. Namun hal tersebut jelas bukan merupakan suatu budaya di Kabupaten Nias Selatan maupun di Kepulauan Nias, itu hanya kebiasaan masyarakat,” tegas Sidi Harita.

Sejak dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nias Selatan yang melarang tentang peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Nias Selatan, Kapolres Nias Selatan sangat gencar melakukan kegiatan penertiban minuman keras.

“Hasilnya saat ini sangat terasa bagi masyarakat. Angka kriminalitas di Kabupaten Nias Selatan menurun drastis dan masyarakat mulai mengalihkan kegiatannya dengan berolahraga,” ujar Harita.

Selaku wakil rakyat, Harita mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Nias Selatan bersama jajarannya yang telah menegakkan Perbup Nias Selatan tentang larangan Minuman beralkohol.

“Kami akan terus mendukung Kapolres agar terus memberantas peredaran minuman beralkohol tanpa ijin, termasuk peredaran tuak suling di Kabupaten Nias Selatan,” katanya. (Wilson loi)

 

 

News Feed