oleh

Terungkap, Bupati Intan Jaya Hampir Letakkan Jabatan Saat Rusuh Pilkada

 

Intan Jaya, Radar Pagi – Dalam konflik Pilkada Intan Jaya tahun lalu yang mengakibatkan 6 orang tewas dan 600 lainnya mengalami luka akibat terkena tembakan panah, Bupati Natalis Tabuni, SS, M.Si, ternyata pernah hampir meletakkan jabatan karena merasa sangat terpukul.

“Bupati Intan Jaya sangat terpukul dengan kejadian itu, bahkan sampai mau meletakkan jabatan demi kerukunan masyarakat Intan Jaya. Tetapi kalangan tokoh agama tetap memintanya untuk melanjutkan kepemimpinan,” ujar Kabaghumas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau, beberapa saat lalu.

Yoakim melanjutkan, pada perkembangan selanjutnya, Bupati Intan Jaya secara perlahan akhirnya bisa menstabilkan keadaan setelah melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat, bahkan melakukan pendekatan kepada pihak kompetitornya di Pilkada kemarin. Bupati juga bicara dari hati ke hati dengan masyarakat dan memberikan pemahaman yang baik kepada mereka.

“Lambat laun kondisi keamanan di Kabupaten Intan Jaya akhirnya berhasil pulih. Masyarakat sudah beraktivitas dengan normal seperti sebelum kerusuhan,” kata Yoakim.

Roda pemerintahan pun berangsur pulih, meski pasca rusuh kemarin, hampir seluruh pegawai negeri setempat merasa terancam jiwanya hingga terpaksa mengungsi ke kabupaten terdekat, Nabire.

Bupati Natalis Tabuni ‘baik turun’ ke Intan Jaya untuk memantau kondisi keamanan dan berdialog dengan masyarakat pasca rusuh Pilkada sebagai upaya mempercepat proses pemulihan kegiatan pemerintahan

Menurut Yoakim, hingga saat ini, Bupati Natalis Tabuni terus memantau kondisi dan situasi di Kabupaten Intan Jaya. Pada Pilgub Papua kemarin pun, Bupati turun langsung untuk berdialog dengan masyarakat dan aparat keamanan, dan memberikan pengarahan kepada mereka agar kerusuhan saat Pilkada tahun lalu tidak terulang. Hasilnya Pilgub Papua bisa berjalan aman dan lancar di Kabupaten Intan Jaya.

Dari ratusan orang yang terluka dalam kerusuhan Pilkada 24 Februari 2017, sambung Yoakim, dalam tubuh beberapa warga yang menjadi korban ternyata masih ada anak panahnya karena tidak bisa dikeluarkan, sehingga mereka menderita kesakitan yang luar biasa.

Karena itu, para korban diterbangkan dari Papua ke RS PGI Cikini Jakarta untuk menjalani operasi pengambilan anak panah. Pada hari Kamis, 17 Juni 2018 silam, Bupati Natalis Tabuni  didampingi Yoakim selaku Kabaghumas, berkesempatan menjenguk 4 korban yang sedang dirawat, antara lain Helena Tabuni dan Yesaya Kogobogau. Sebelumnya juga ada 12 korban lain yang dirawat di sana.

“Seluruh biaya pengobatan mereka ditanggung oleh pasangan nomor urut 3 Natalis Tabuni dan Yann Kobogoyauw,” kata Yoakim.

Sementara itu di tempat terpisah, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni menjelaskan, pihaknya memang mengusahakan pengobatan bagi warga yang menjadi korban kerusuhan Pilkada setahun silam. Beberapa di antaranya yang tidak bisa ditangani oleh rumah sakit setempat, sengaja dibawa ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.

“Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi korban tambahan dan untuk memperkecil peluang terjadinya konflik di tengah masyarakat pasca pilkada,” katanya. (Om Yan)

 

News Feed