oleh

Pemprov Jabar Akan Suntik Rp5 Triliun untuk Operasional Bandara Kertajati

-Ekonomi, Jawa-624 views

 

Bandung, Radar Pagi – Pemprov Jawa Barat berencana melakukan penambahan modal menjadi Rp 5 triliun pada PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) agar operasional Bandara Kertajati bisa lebih maksimal. Sejumlah tahapan, termasuk pembuatan peraturan daerah, akan segera dikerjakan.

“Kita harus susun lagi untuk mengusulkan adanya Peraturan Daerah terkait dengan penambahan modal disetor, menjadi minimal Rp 5 triliun. Kita ada tahapan itu dulu,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam penyerahan modal berupa lahan seluas 2.948.294 meter persegi yang terletak di Desa Kertajati, Desa Bantarjati, Desa Kertasari, Kecamatan Kertajati, beberapa waktu lalu.

Penyertaan modal berupa tanah dari Pemprov Jabar ini digunakan untuk pembangunan sisi darat bandara.  Perpanjangan runway menjadi 3.000 meter  pun akan segera dilakukan AP II dan akan rampung pada akhir tahun 2018.

“Keterlibatan Angkasa Pura II di Bandara Kertajati ini akan memperpanjang runway dari tadinya 2.500 meter, menjadi 3.000 meter. Kemudian secara bertahap kita tambah menjadi 3.500 meter sesuai masterplan bandara. Jadi harapan kita langsung saja 3.500 meter supaya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Iwa.

Iwa mengatakan, sejak pembangunan sampai operasional Pemprov Jabar terus mendukung operasional Bandara Kertajati. Sebelumnya Pemprov Jabar sudah memberikan penyertaan modal senilai Rp 796 miliar untuk mewujudkan hadirnya bandara ini.

Dengan bertambahnya penyertaan modal lahan seluas 294,8 hektare yang ditaksir mencapai Rp 725 miliar ini, artinya Pemprov Jabar telah menyerahkan total aset tanah sekitar Rp 1,5 triliun.

Sebelum disepakatinya porsi saham dengan PT Angkasa Pura (AP) II, menurut Iwa, posisi Pemprov Jabar saat ini masih sebagai mayoritas pemilik saham dengan porsi 98,45 persen aset di Bandara Kertajati.

Saat ini kata dia, Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan sedang melakukan koordinasi dengan Menteri Koordinator  Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terkait dengan finalisasi kesepakatan penyertaan modal dari AP II, yakni 25 persen dari keseluruhan aset Bandara Kertajati.

“Mudah-mudahan dengan ada AP II yang meminta 25 persen, secara administrasi dan fisik (landasan pacu) segera bisa diselesaikan,” imbuhnya. (heri)

News Feed