oleh

BNN Ungkap Jaringan Narkoba Anggota DPRD Langkat

-Sumatera-71 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ibrahim Hasan alias Hongkong (45) Anggota DPRD Langkat kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku sudah dua kali mengimpor sabu dari Malaysia.

Politisi Partai Nasdem tersebut pertama kali mengimpor sabu seberat 55 Kilogram. Yang kedua sabu seberat 105 Kilogram dan pil ekstasi berjumlah 30 ribu butir?. Namun untuk pengiriman kedua sudah diketahui petugas BNN.

“Jadi dia mengaku baru dua kali. Tapi kami tidak percaya. Kami terus melakukan penyelidikan,” tutur Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Selasa (21/08/2018).

Arman menjelaskan, narkoba yang diimpor oleh Anggota DPRD langkat itu merupakan sabu berkualitas bagus. Narkoba tersebut tidak diproduksi di Indonesia melainkan di luar negeri. Namun pengiriman berasal pulau Pinang, Malaysia. Dengan melakukan transaksi di tengah laut, tepatnya di perairan selat Malaka.

“Modus yang mereka lakukan bukan tergolong baru. Sindikat internasional mengatur pengiriman dari pulau Pinang, Malaysia dengan kapal speed boat. Di satu titik koordinat tertentu, mereka bertemu dengan para penjemput yang berasal dari Indonesia.

Di sana mereka lalu menurunkan (memindahkan) barang itu, dikenal dengan ship to ship. Nantinya kurir yang diindonesia yang menyamar sebagai nelayan akan membawa ke darat,” kata Arman.

Selain Ibrahim, BNN juga mengamankan 5 pelaku masing-masing berinsial I, AR, J dan A. Diamankan secara terpisah ada di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat dan di sebuah kapal motor di Perairan Selat Malaka, Minggu 19 Agustus 2018 dan Senin, 20 Agustus 2018.

“IH (Ibrahim Hasan) adalah orang yang merekrut kurir dan menyewa kapal. Bahkan menurut keterangan dari tersangka yang lain dialah pemilik. Kalau dilihat dari kapasitasnya ini bandar besar,” ucap Arman.

Arman menjelaskan rencananya barang itu akan disimpan dalam sebuah gudang di kawasan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sebelum diedarkan ke wilayah-wilayah Indonesia untuk edarkan kembali.

“Yang menjemput upahnya Rp200 juta. Kemudian kita akan lakukan penyelidikan dari uang yang mereka terima. Nanti kita lihat dari TPPU,” tutur Arman.

Sabu sangat berbahaya untuk tubuh manusia. Berikut ini, 7 bahaya sabu terhadap kesehatan, antara lain Kesehatan mental terganggu, Tekanan darah meningkat, Memicu jantung bekerja lebih keras, Gangguan pernapasan, Mual dan muntah serta kekurangan nutrisi, Imunitas tubuh menjadi rendah dan Berpotensi terserang stroke. (SSE)

News Feed