oleh

Pria yang Bawa Racun Tikus ke GBK Akhirnya Dilepas

-Hukum-649 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Syafaruddin Tanjung (50), relawan pijat untuk atlet Asian Games 2018 diamankan petugas lantaran kedapatan membawa racun tikus dalam tasnya.

Syafaruddin diketahui juga tidak memiliki ID Card khusus saat memasuki area Gelora Bung Karno (GBK) yang seharusnya dimiliki oleh seorang relawan.

“Syafaruddin mengaku sebagai guru olahraga di SMAN 2 Bengkulu, tercatat sebagai PNS Guru di sekolah itu. Ia ke Jakarta untuk pijat atlet dengan meminta izin KONI Bengkulu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Syafaruddin mengaku datang ke Jakarta pada Rabu (15/8/2018) pukul 19.30 WIB dengan menggunakan pesawat, dengan membawa beberapa barang, seperti perlengkapan pijat, pakaian, kain sarung, dua tas warna hitam dan biru, 12 buah flashdisk berisikan materi pelajaran olahraga SMAN 2 Bengkulu, KTP, serta beberapa kartu pengenal lainnya.

Menurut Argo, Syafaruddin memang terbiasa membuka praktik pijat bagi para atlet di Bengkulu.

“Dan dia sudah sering digunakan untuk kegiatan PON, kebetulan di Jakarta ada kegiatan Asian Games,” imbuhnya.

Pada Kamis (16/8/2018), Syafaruddin ke GBK untuk melihat gladi acara pembukaan Asian Games. Sepulangnya dari GBK, di sekitar Kampung Dukuh, ia membeli satu bungkus racun tikus seharga Rp 10 ribu. Ia mengaku racun tikus itu untuk dibawa pulang ke Bengkulu.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, Syafaruddin akhirnya dibebaskan karena tidak ditemukan indikasi racun tikus itu akan dipakai untuk melakukan hal yang tidak semestinya pada atlet yang sedang bertanding.

“Ya kan dia tidak ada pidananya, silakan dia mau pulang atau gimana. Udah kita cek ke Bengkulu, dia memang guru. Kata istrinya, benar (berprofesi guru),” tegas Argo. (joko)

News Feed