oleh

Seorang Anak Luka Tertabrak Mobil Tanpa Sopir yang Melaju Sendiri di Pintu I Senayan

-Anehsiana-164 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Aneh tapi nyata. Sebuah mobil meluncur sendiri tanpa sopir sehingga menabrak anak kecil yang sedang berjalan di trotoar Pintu I Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (22/8/2018).

Mobil sedan Toyota Camry hitam bernomor polisi B 1311 PAB yang diduga sebagai kendaraan operasional Inasgoc untuk keperluan Asian Games 2018 itu meluncur dari parkiran gedung Pusat Pengelolaan Kompek Gelora Bung Karno Hotel Atlet Century Park.

Kemudian mobil menyeberangi jalan dan langsung menuju kerumunan warga yang sedang antri di depan loket tiket pertandingan bulu tangkis. Namun laju mobil berbelok setelah menabrak Toyota Vellfire putih bernopol B170 TAL yang sedang melintas.

Mobil tanpa sopir itu pun kemudian menabrak seorang anak yang sedang berjalan bersama ayahnya. Beruntung korban tidak mengalami luka parah.

Namun ayah korban yang merasa tidak terima marah dengan kejadian itu, lalu naik ke atas mobil dan menginjak-injak kaca depan mobil hingga pecah.

Pada saat kejadian, ribuan orang sedang mengantri untuk membeli tiket pertandingan Asian Games. Diduga apabila mobil tidak berbelok arah setelah menabrak Toyota Vellfire, maka mobil tersebut akan menabrak kerumunan warga yang antri untuk membeli tiket pertandingan bulu tangkis.

“Mobilnya tidak ada sopir, kini korban sudah dibawa ke rumah sakit,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Kamis (23/8/2018).

Belum diketahui penyebab mobil berjalan sendiri, apakah karena sang sopir lupa mengaktifkan rem tangan atau jangan-jangan ada penyebab lain, mengingat kawasan Senayan dulunya adalah bekas lahan pekuburan.

Sampai era dekade 90-an awal, ketika belum seramai sekarang, masih kerap dijumpai hal-hal mistis di kawasan ini. Misalnya seperti yang dialami atlet lari jarak jauh dari klub FMM, Herman, yang pernah melihat sekumpulan anak kecil bermain-main di lapangan atletik belakang Stadion Madya pada jam 2 malam.Akibat terkejut melihat penampakan tersebut, Herman jatuh sakit, panas dingin sampai seminggu lamanya.

Seorang atlet lari lainnya, Eka, pernah pula ditimpuki kerikil berkali-kali saat sedang berada di dalam mess. Kerikil itu meluncur berkali-kali dari sela-sela lobang angin di atas pintu kamar. Tapi setiap kali dilihat keluar, tidak ada orang sama sekali di sepanjang lorong yang menuju kamar tersebut. Di depan mess Stadion Madya tersebut sering pula terdengar suara benda berat seperti sedang diseret-seret dan orang berjalan mondar-mandir, tapi bila dilihat, ternyata tidak ada siapa-siapa. Hiiiii! (cahyo)

 

News Feed