oleh

Wajib Baca! Dua Kisah Pilu di Hari Raya Idul Adha

-Utama-149 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Hari Raya Idul Fitri selalu disambut sukacita oleh sebagian besar masyarakat, khususnya umat muslim. Tapi siapa nyana di balik kegembiraan tersebut terselip kisah duka.

Di Kelurahan Bunut Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, seorang warga bernama Sudirman (64) tiba-tiba jatuh pingsan dan akhirnya meninggal dunia sehabis membantu memegangi sapi kurban yang sedang disembelih.

Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 H kemarin, Sudirman terlihat kuat sekali kala memegangi sapi yang disembelih tersebut. “Aku bilang sama Pak Sudirman, Pak lepaskan saja talinya, sudah matinya lembu itu. Bukannya dilepas dia malah tambah memeganginya sambil mengatakan belum mati lembu ini,” kata Mislianto, warga sekitar.

Setelah yakin sapi benar-benar mati, baru Sudirman melepaskan pegangannya. Tapi beberapa detik kemudian, Sudirman tiba-tiba tersungkur seperti pingsan dan dalam hitungan menit mengembuskan nafas terakhirnya. Diduga Sudirman meninggal karena serangan jantung akibat kelelahan memegangi sapi kurban.

Sementara di Kota Solo, Jawa Tengah, Eko Prasetio (28) yang baru saja menerima daging kurban, buru-buru bergegas dengan sepeda motornya untuk membeli arang dan kipas. Rencananya, ayah seorang anak itu akan bakar sate bersama keluarganya.

Naas, di perempatan lampu merah Simpang Pemuda Teater Timur kawasan Taman Balekambang, Eko terlibat adu mulut dengan 4 penumpang mobil mercy Marcedes-Benz AD 888 QQ. Gara-garanya sepele. Pengendara mobil yang merasa dihalangi motor Eko membunyikan klakson dengan keras.

Eko yang mungkin merasa tersinggung gantian menendang mobil milik pengusaha cat berinisial IA tersebut. Tendangan Eko membuat marah 1 dari 4 penumpang mobil yang langsung turun dan memukul helm Eko. Ribut mulut pun tak terhindarkan, namun tak berlangsung lama karena masing-masing pihak akhirnya meneruskan perjalanan.

Dasar apes, entah bagaimana mulanya, mobil dan motor ini berpapasan lagi di jalan berbeda. Eko yang rupanya masih kesal kembali menendang bemper belakang mobil tersebut dari atas motor Honda Beatnya.

“IA tidak terima akhirnya mengejar korban ke arah selatan dan bertemu di timur Polresta,” kata Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli.

IA yang emosi langsung mengejar motor Eko. Di Jalan KS Tubun, Manahan, Banjarsari, akhirnya IA berhasil menabrak motor Eko dari belakang yang mengakibatkan korban terseret sejauh 13 meter dan langsung meninggal di tempat.

Dua kisah pilu ini kiranya bisa dijadikan pelajaran bagi kita untuk lebih memperbanyak sikap sabar dan mengalah, serta tidak bekerja melampaui kemampuan diri. (harun)

  

 

News Feed