oleh

Ditimpuki Batu di Pekanbaru, Neno Warisman Tiba di Jakarta

-Nasional-73 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Mantan penyanyi era 80-an yang kini aktif di bidang keagamaan dan menjadi salah seorang tokoh penggerak Deklarasi 2019GantiPresiden, Neno Warisman, akhirnya naik pesawat dari Pekanbaru kembali ke Jakarta pada Sabtu (25/8/2018) tengah malam. Neno mengaku dipaksa pulang setelah mobilnya dihadang ratusan orang.

“Iya, sudah di Bandara Soetta, saya sudah di Jakarta. Tadi, di Bandara Pekanbaru naik mobil, katanya saya mau dibawa (oleh polisi) ke hotel tapi ternyata malah dibawa ke apron (tempat parkir pesawat). Saya dipaksa naik pesawat, dipulangkan,” ujar Neno Warisman saat dihubungi, Minggu (26/8/2018).

Neno menjelaskan,  dirinya dipulangkan paksa oleh aparat kepolisian di sana. Tapi pihak kepolisian menjelaskan Neno terpaksa dievakuasi, bukan dipaksa pulang, karena suasana sudah tidak kondusif. Neno kembali ke Jakarta bersama 3 rekannya lewat Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Dalam siaran tertulisnya kepada wartawan, GM Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Jaya Tahoma, mengatakan Neno Warisman berangkat ke Jakarta dari Bandara Pekanbaru menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT297.

“Pesawatnya tadi take off pukul 22.30 WIB,” kata Jaya.

Tertahan 6 Jam di Dalam Mobil

Dalam rekaman video berdurasi sekitar satu setengah menit yang sengaja dikirim Neno ke sejumlah akun influencer, Neno menceritakan suasana pengadangan terhadap dirinya. Neno bercerita dirinya tertahan selama berjam-jam di dalam mobil di lingkungan bandara, karena kendaraan yang dia tumpangi tak bisa keluar bandara.

“Saya dipaksa pulang naik pesawat. Oh begitu, dipaksa pulang, ternyata dibawa ke sini. Tadi mobil ditimpukin dan dipaksa semua orang keluar dari mobil. Dan sekarang dibawa ke dalam bandara, terus dan pakai ada senjata, bapak-bapak semuanya, bersenjata semua. Saya mau dipaksa pulang. Kalau saya bertahan di sini kira-kira seperti apa? Pasti mereka akan lakukan satu hal: kekerasan. Jadi, negeri ini enggak ada undang-undangnya, enggak ada perlindungan,” ucap Neno.

Tak lama kemudian Neno digiring paksa oleh seseorang berbaju batik yang oleh Neno disebut sebagai Kabinda (Kepala BIN Daerah). Neno pun keluar dari mobil, sambil berteriak “Selametin tas saya, selametin tas saya, jangan sandera tas saya.”

Setelah itu Neno dibawa kembali ke dalam bandara untuk dipulangkan ke Jakarta. (agus)

News Feed