oleh

Ada Pameran Tanaman Hidroponik di Festival Cisadane 2018

-Ekonomi-666 views

 

Tangerang, Radar Pagi – Tanaman hidroponik dari Kampung Inovasi Hidroponik RT 01 RW 02 Kelurahan Cimone turut meramaikan stand Kecamatan Karawaci di Festival Cisadane 2018. Pengunjung Festival Cisadane pun penasaran dan bertanya langsung cara menanam hidroponik untuk diterapkan dirumah.

“Kami hadirkan untuk mengedukasi pengunjung betapa mudahnya penghijauan melalui hidroponik, karena tidak membutuhkan lahan yang luas sekaligus menambah Ruang terbuka hijau,” kata pengelola Kampung Inovasi Hidroponik Cimone, Suherman, Senin (27/8/2018).

Menurutnya melalui budidaya hidroponik masyarakat dapat menghasilkan tanaman produktif yang dapat dikonsumsi sendiri juga dapat dijual, sehingga menambah pendapatan untuk keluarga.

“Sayuran hidroponik lebih sehat dan segar karena tidak menggunakan bahan kimia, karenanya kami mengajak masyarakat mulai menanam hidroponik dirumah,” ujar dia.

Festival Cisadane yang akan diselenggarakan selama 8 (delapan) hari kedepan, hingga 1 September 2018 memiliki banyak agenda menarik mulai dari perlombaan tari, lomba perahu hias, marching band, pertunjukkan barongsai, pagelaran budaya Tangerang Beksi dan banyak lagi acara menarik lainnya.

Selain itu, selama pelaksanaan Festival Cisadane setiap malamnya yakni pada pukul 19.45 dan 20.45 WIB, juga akan diputar Video Mapping di jembatan Berendeng yang menjadi ikon baru di Kota Tangerang.

“Jadi ga usah jauh-jauh ke Monas, di Tangerang juga udah ada,” seloroh Wali Kota Arief R. Wismansyah, kemarin.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya kali ini pembukaan festival Cisadane dilakukan pada malam hari, perahu-perahu hias yang ikut menyemarakkan suasana pembukaan dihiasi dengan berbagai jenis lampu-lampu, dalam acara pembukaan tersebut juga dilakukan pelepasan ratusan lampion yang menambah keindahan sungai Cisadane di malam hari.

Dimulai dengan atraksi flying board di sekitaran sungai Cisadane yang menuai riuh tepuk tangan warga yang hadir di sekitar bantaran kali Cisadane, dilanjutkan dengan atraksi fire dance diikuti dengan tari-tarian tradisonal diantaranya tari Topeng Kelana, Rumpagna Harepan, Tarian Galura dan Kembang Saindah.

Dan tidak kalah serunya, tayangan video mapping yang ditutup dengan pesta kembang api menjadi bagian yang paling menyita perhatian para pengunjung. (agus)

News Feed