oleh

Derita Istri Munir Lihat Pollycarpus Bebas Murni

-Hukum-579 views

 

Jakarta, Radar Pagi –  Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan aktivis Munir Said Thalib, murni dibebaskan dari hukuman 14 tahun penjara, terhitung sejak Rabu (29/8/2018).

Bebasnya Pollycarpus menguak kembali luka lama di benak istri Munir, Suciwati. Dia menilai tidak sepantasnya Pollycarpus bebas lebih cepat dari masa pemidanaan.

“Ini menyesakkan. Sejak dia mendapatkan remisi dan bebas bersyarat, itu menjadi tanda tanya bagi keluarga, terutama aku sebagai istri,” ujar Suciwati di kediamannya, Rabu (29/8/2018)

Menurut Suciwati, pemerintah tidak seharusnya memberikan remisi kepada penjahat terorganisir, termasuk yang menghalangi penegakan HAM. Apalagi, kasus pembunuhan Munir dipantau dunia internasional.

Suciwati mendesak pemerintah mempublikasikan temuan tim pencari fakta kasus pembunuhan Munir. Kementerian Sekretariat Negara selama ini mengklaim dokumen tersebut hilang.

Pollycarpus yang disebut-sebut sebagai agen Badan Intelijen Negara (BIN) itu hanya menjalani 8 dari 14 tahun masa tahanan. Selama mendekam di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, ia mendapat beragam remisi atau potongan masa pemidanaan.

Saat menerima status bebas murni ini, Pollycarpus telah lebih dulu keluar dari penjara dengan bebas bersyarat pada November 2014 silam. Saat bebas bersyarat itu, dia tetap membantah terlibat dalam kematian Munir.

“Saya tidak bersalah, saya tidak membunuh Munir,” kata Pollycarpus kala itu kepada pers, di Lapas Sukamiskin.

Sampai saat ini sebenarnya memang belum terungkap benar siapa pelaku yang menyebabkan Munir tewas karena diracun dalam penerbangan ke Belanda pada 7 September 2004. Apakah memang benar Pollycarpus pelakunya atau ada pihak lain? Bila benar Pollycarpus yang melakukannya, lantas siapa yang memerintahkannya untuk menghabisi Munir?

Setelah pembebasan murni ini, Pollycarpus mendapatkan kembali seluruh haknya sebagai warga negara biasa, salah satunya berpergian keluar negeri.

Pertengahan 2018 kemarin, Pollycarpus yang mantan pilot maskapai Garuda itu bergabung ke Partai Berkarya yang akan menjalani debut pada pemilu 2019. Namun kabarnya dia tidak akan maju sebagai caleg.

Menyikapi bebas murni yang diterimanya, Pollycarpus merasa sangat senang dan lega karena terbebas dari beban. “Saya senang, tidak ada beban lagi,” katanya, Kamis (19/8/2018).

Sayangnya, kebahagiaan Pollycarpus tidak sebanding dengan penderitaan batin keluarga Munir, khususnya Suciwati sebagai istri almarhum yang terus menuntut keadilan atas kematian suaminya.

Beruntung dari segi materi, keluarga Munir tidak terlantar. Sepeninggalan Munir, ibu dua anak ini tinggal di kota Batu, sebuah kota kecil yang tenang di Malang, Jawa Timur.

Di sana, dia membuka toko camilan dan suvenir khas kota itu. Dia juga menjual buku-buku dan memorabilia tentang suaminya. Meski hidup sederhana, namun Suci berharap dia mampu menghidupi dirinya dan anak-anaknya sampai mereka dewasa. (arman)

 

News Feed