oleh

Pengikut Aliran Sesat di Riau Diancam Mati dalam 3 Hari Bila Tidak Mau Kencingi Alquran

-Anehsiana-52 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ramdani atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Guru sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penistaan agama. Pria 41 tahun ini mengajarkan warga Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau untuk menginjak, menyobek dan mengencingi Alquran. 

Sebenarnya selama ini, Guru disegani banyak orang karena dianggap memiliki pengetahuan agama yang baik. Sejumlah warga kerap mendatangi rumahnya untuk belajar ilmu agama. Namun tiba-tiba, beberapa waktu terakhir Guru mengajak warga yang datang padanya untuk merusak Alquran.

“Kemudian warga melaporkan Guru ke tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat,” kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Cristian Rony Putra, Rabu (29/8/2018).

Guru ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10 RW 001 Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (27/8/2018).

“Setelah memeriksa sejumlah saksi, dan pelaku mengakui perbuatannya, dia kita tetapkan sebagai tersangka penistaan agama,” kata Chris.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kateman, Inhil Hamdan Zainudin membenarkan adanya aliran sesat di Kelurahan Tagaraja. Di mana pemimpin aliran sesat tersebut kini sudah diamankan di Mapolres Inhil untuk menjalani proses hukum.

Hamdan menyebut ajaran Guru sebagai perilaku menyimpang dan menistakan Islam. Dia pun terkejut karena selama ini tak pernah ada informasi apapun terkait dengan aliran yang diajarkan Guru.

Kesesatan ajaran Guru baru terungkap setelah beberapa warga menyaksikan perintahnya kepada beberapa pengikutnya untuk menginjak-injak dan mengencingi Al Qur’an. Bahkan yang pertama mengincingi adalah istri Guru.

“Ada saksi yang melihat istrinya Ramdani (Guru) mengencingi Al Qur’an dan Ramadani sendiri kemudian menginjak-injak Al Qur’an. Sampai rehalnya hancur,” papar Hamdan.

Menurut keterangan beberapa saksi, Guru melontarkan ancaman kepada para pengikutnya yang menolak menginjak-injak dan mengincingi Al Qur’an. Katanya, yang bersangkutan akan mati dalam tiga hari.

Sementara Ketua MUI Riau, Prof DR Nazir Karim, Rabu (29/8/2018), mengatakan akan meneliti ajaran sesat di Inhil ini.

“Tentunya kita akan meneliti ajaran itu ya sampai ada menyuruh pengikutnya mengencingi Alquran. Ini jelas penistaan agama. Soal penistaan agama ini kita serahkan ke pihak kepolisian,” kata Nazir.

Penelitian ini, katanya, juga akan mengungkap dari mana pemahaman itu muncul hingga sampai pada pengikutnya. (cahyo)

News Feed