oleh

Setahun Ustadz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polisi, Proses Hukumnya Berjalan Lambat

-Selebs-159 views

 

Bogor, Radar Pagi – Sudah  hampir setahun Yuni Hastuti (40) melaporkan Ustadz Yusuf Mansur (UYM) ke Polres Bogor Kota, Jawa Barat, karena merasa tertipu saat berinvestasi. Namun belum ada perkembangan signifikan tentang proses hukumnya hingga hari ini.

Yuni yang berasal dari Yogyakarta melaporkan UYM pada 17 Oktober 2017 lalu, diterima oleh petugas di  Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bogor Kota. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Yuni membeberkan kronologis kasus yang menimpa dirinya.

Diceritakan Yuni, sekitar tahun 2013 korban mendapat informasi dari selembar brosur yang dia temukan di sebuah ATM di kawasan Dermaga, Kota Bogor. Brosur itu menjelaskan tentang Investasi Patungan Usaha yang dipelopori UYM.

Mahasiswi paska sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB)  yang mengidolakan UYM dan sering menonton sang ustadz ceramah melalui youtube dan televisi  ini mengaku tertarik dengan `iklan` di brosur tersebut.

Ia pun kemudian memutuskan untuk menginvestasikan uangnya sebesar Rp 12 juta. “Saya tertarik dengan investasi itu karena menurut UYM akan digunakan untuk membangun hotel dan apartemen untuk jamaah haji di Cengkareng,” kata Yuni, Selasa (28/8/2018) .lalu kepada wartawan didampingi kuasa hukumnya, Rahmat Siregar SH,

Akan tetapi, setelah mendapat informasi bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan bisnis investasi UYM itu, Yuni langsung mencoba menghubungi perusahaan tempatnya berinvestasi. Namun membuatnya kecewa, karena hingga sekarang Yuni belum mendapat kepastian tentang pengembalian uang yang telah disetorkan.

Menurut Rahmat Siregar SH laporan terkait dugaan penipuan yang di BAP di Polres Bogor Kota sudah dilimpahkan ke Polres Kabupaten Bogor.

“Sayangnya, proses penyelidikan di sini berjalan lambat hingga kini sudah mendekati satu tahun tapi belum ada perkembangan,” ujar Rahmat Siregar,

Rahmat mengutarakan, penyidik Polres Kabupaten Bogor sudah memanggil dan memeriksa beberapa orang saksi. Bahkan penyidik mengaku sudah memanggil dan memeriksa UYM.

“Hanya saja, kapan waktunya UYM diperiksa, penyidik tidak merincinya,” sebutnya.

Senin (27/8/2018) kemarin, Rahmat Siregar kembali mendatangi penyidik di Polres Kabupaten Bogor. Pengacara muda ini mendapat jawaban penyidik yang mengaku lambatnya kasus ini karena menumpuknya perkara yang mereka tangani, sementara jumlah personil sangat sedikit.

Penyebab lain, beberapa anggota polisi yang pertama kali menangani kasus ini sudah pindah tugas dan `mewariskan` ratusan berkas perkara. “Mereka mengaku tidak menghentikan perkara ini, namun mereka minta kesabaran kami karena banyaknya perkara yang ditangani,” terangnya.

Rahmat Siregar berharap Polres Kabupaten Bogor harus memprioritaskan kasus penipuan dengan terlapor UYM ini.

“Karena di balik (kasus) ini ada puluhan ribu orang dengan puluhan miliar rupiah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Yusuf Mansur. Di samping itu, terlapor dari kasus ini adalah orang terkenal dan kaya raya. Jadi, kalau proses penanganan yang dilakukan polisi di sini menjadi lambat akan memancing kecurigaan orang,” bebernya.

Menurut Rahmat, lambatnya penyelidikan yang dilakukan Polres Kabupaten Bogor terhadap kasus UYM ini, Penyidik berpotensi melanggar Peraturan Kaplori Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. (igo)

News Feed