oleh

Hasilkan Panen 8 Ton/Hektar, Petani Toli-toli Beralih ke Bibit Padi Inpari 30

-Sulawesi-158 views

 

Toli-toli, Radar Pagi – Petani di Kabupaten Toli-toli, Sulteng mulai menyukai bibit padi Varietas Unggul Baru Inpari 30 karena mampu menghasilkan padi hingga 8 ton per hektare.

Rata-rata petani merasa senang dengan Inpari 30, karena selain umurnya pendek hanya 100 hari sehingga bisa cepat dipanen, juga varietas ini tahan terhadap serangan hama wereng.

Penanggungjawab Upsus Pajala Kementan untuk Kab. Toli-toli, Buol, Parimo, dan Touna, Ir Mas Teddy Sutriadi M.Si mengatakan, upaya peningkatan produksi padi di Kab. Toli-toli terus dilakukan melalui percepatan luas tambah tanam padi, maupun perbaikan teknologi, yang salah satunya adalah introduksi VUB Inpari 30 kepada para petani.

“Peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas padi diharapkan bisa mendongkrak produksi padi Toli-toli,” katanya, baru-baru ini. 

Mas Teddy juga mengemukakan bahwa produktivitas Inpari 30 di wilayah ini masih bisa ditingkatkan hingga 9,6 ton per hektare.

“Ini bisa dicapai dengan implementasi inovasi teknologi lainnya, seperti pemupukan berimbang, pupuk hayati,  pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan lain-lain,” katanya.

Panen ubinan di demplot Inpari 30 yang dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2018 kemarin oleh Mantri Tani M. Yasin di Desa Lakatan, Kecamatan Galang menghasilkan produktivitas rata-rata sebesar 6,4 ton per hekatare dengan kisaran 5-8 ton per hektare.

Panen demplot ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kab. Toli-toli Ir. H. Rustan, Penanggungjawab Upsus, Kepala BPP, petugas penyuluh lapang (PPL) dan para petani.

Yasin mengatakan bahwa hasil ini sangat memuaskan karena lebih tinggi dari produktivitas rata-rata padi di Kec. Galang sebesar 5,5 ton perhektare atau produktivitas rata-rata nasional 5,2 ton per hektare

“Saya bersama teman-teman penyuluh bertekad akan mengajak petani lainnya untuk menanam Inpari 30 agar hasilnya memuaskan,” ujar Yasin.

Sementara H. Rustan mengemukakan Pemkab Toli-toli berupaya maksimal meningkatkan produksi padi. Bekerjasama dengan Kementan dalam program upsus Pajala, Pemkab Toli-toli mendukung pengadaan alsintan, bantuan benih, saprodi, dan pemberdayaan petani.

Selanjutnya dia menyampaikan rasa optimismenya, bahwa dengan introduksi VUB Inpari 30 maka indeks pertanaman (IP) 300 akan dicapai wilayah ini.

“Tentu dengan dukungan perbaikan faktor lainya, seperti revolusi mental petani, koordinasi pemkab dan propinsi serta pusat, dan  perbaikan jaringan irigasi,” katanya. (mas)

 

News Feed