oleh

Sebut Demokrasi Ada Aturannya, Jokowi Sama Saja Kembali ke Era Orde Baru

-Nasional-236 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pernyataan Presiden Jokowi terkait penolakan aksi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah, mendapat tanggapan dari Partai Demokrat.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam twitt-nya@RachlanNashidik, Minggu (2/9/2018), mengatakan Jokowi telah membenarkan pengadangan atau persekusi aktivis gerakan#2019GantiPresiden atas nama otoritarianisme, bukan demokrasi,

“Pak @jokowi, Anda hanya bisa membenarkan pengadangan atau persekusi aktivis gerakan#2019GantiPresiden atas nama otoritarianisme — bukan demokrasi,” cuit Rachland Nashidik.

Sebelumnya, Sabtu (1/9/2018) kemarin, Jokowi mengatakan bila kebebasan berkumpul dan berpendapat di negara demokrasi ada aturannya.  

“Di negara demokrasi ada kebebasan berkumpul, kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat tetapi sekali lagi ada aturannya, jangan sampai kita menabrak keamanan, menabrak ketertiban sosial,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, polisi telah melakukan sesuatu untuk menjaga ketertiban sosial dan menjaga keamanan.

“Nanti kalau misalnya polisi nggak melakukan apa-apa kalau kemudian terjadi benturan yang disalahkan siapa? Polisi lagi,” katanya.

Pernyataan Jokowi kebebasan berkumpul dan berpendapat di negara demokrasi ada aturannya itulah yang kemudian ditanggapi oleh Rachland Nashidik. Menurutnya, pembatasan serupa dulu pernah ada di era Presiden Soeharto.

“Dulu, saya tumbuh dalam politik otoritarian yang mengajarkan ‘demokrasi ada batasnya’ dan kebebasan demokratik bisa ‘digebuk’. Presidennya Soeharto. Saya tak pernah kira anak-anak saya harus tumbuh dalam keadaan serupa, saat ini, saat@jokowi berkuasa. Sejarah sedang berulang?” katanya. (hadi)

 

News Feed