oleh

Petani Sulteng Terapkan Teknologi Jarwo Super

-Sulawesi-610 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Tenggara dan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, melakukan pembekalan dan peningkatan SDM Penyuluh Pertanian  se-Kab. Bombana, salah satunya menjelaskan tentang penerapan teknologi Jarwo Super atau Jajar Legowo.

Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pertanian, Senin (4/9/2018) kemarin, dimaksudkan untuk menyukseskan Program Gerakan Peningkatan Produksi Padi Sawah Irigasi (GP3SI) di Kab. Bombana, 

GP3SI merupakan kegiatan yang mendukung program Gembira yang dicanangkan oleh Bupati Bombana pada bidang tanaman pangan.

“Produktivitas padi di Kab. Bombana saat ini rata-rata baru mencapai 5 ton per tahun. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sampai dengan 7 ton per tahun dengan luas 1.000 hektare,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Bombana, Ir. Muhammad Siarah, M.Si, dalam sambutannya.

Kegiatan GP3SI akan dikawal dan didampingi oleh tim peneliti, penyuluh serta teknisi dari BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara, terutama dalam menerapkan inovasi teknologi ‘Jarwo Super’ atau Jajar Legowo.

Teknologi padi Jarwo Super merupakan teknologi budi daya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan (mendongkrak) produktivitas dan keuntungan usaha tani padi secara nyata sembari menjaga keberlangsungan sistem produksi. 

Untuk mencapai tujuan ini maka teknologi Jarwo Super ini didukung oleh enam komponen teknologi, yakni: 1. Varietas unggul berpotensi hasil tinggi (Inpari 30, Inpari 32, dan Inpari 33), 2, Sistem tanam jarwo 2:1, 3. Penggunaan biodekomposer (M-Dec) setelah pengolahan tanah pertama, 4. Penggunaan pupuk hayati (Agrimeth) sebagai perlakuan benih sebelum tabur di persemaian, 5. Penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik berimbang, 6. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) dengan pestisida botani (Bioprotektor) dan 7. Penggunaan alsintan (transplanter jarwo 2:1 dan combine harvester.

Ir. Suharno, MS,  Peneliti BPTP Balitbangtan yang menjadi narasumber dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa salah satu strategi dalam program GP3SI adalah dengan teknologi Jarwo Super. 

 “Beberapa inovasi dalam teknologi tekonologi jarwo super adalah penggunaan M-Dec, agrimeth, pengendalian tikus, pengolahan lahan, benih (VUB), penanaman secara legowo, pengairan, aplikasi herbisida, penyiangan, pemupukan PUTS, pengendalian OPT, penangan panen dan pasca panen,” kata Suharno.

Selanjutnya Zainal Abidin, SP, MP  menambahkan, teknologi yang telah disampaikan diharapkan mampu diterapkan oleh masing-masing penyuluh di lokasinya, sehingga peningkatan produktivitas padi sebanyak dua ton per tahun bisa tercapai. (mas)

News Feed