oleh

Gus Hasib Doakan Prabowo: “Sudah Saatnya Jadi Presiden”

-Jawa-89 views

 

Jombang, Radar Pagi – Kedatangan bakal calon presiden Prabowo Subianto ke Pondok Pesantren Terpadu Hasbullah, Bahrul Ulum Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/9/2018), disambut langsung oleh Gus Hasib (KH Hasib Wahab Chasbulloh).

Gus Hasib yang juga putra almarhum juga mendampingi Di ponpes tersebut, Prabowo berziarah ke makam salah seorang pendiri NU, KH Wahab Hasbullah, yang merupakan ayah dari Gus Hasib.

Sehabis berziarah bersama, Gus Hasib mendoakan agar Prabowo bisa menjadi presiden Indonesia. “Tak hanya jadi calon, kalau orang Jawa, berkata insya Allah, Wis Wayahe (sudah saatnya) Pak Prabowo jadi presiden,” kata Gus Hasib.

Namun apabila berhasil mewujudkan cita-citanya memimpin negeri ini, Prabowo diharapkan tidak lupa dengan dunia pesantren. Prabowo harus menyiapkan program yang pro dengan dunia pesantren. Dalam perpolitikan ke depan, Prabowo diharapkan lebih mengedepankan Islam moderat yang ramah.

“Islam kita sifatnya ramah, tidak usah marah-marah, keras. Kalau ada yang keras biarkan, karena kita moderat. Saya rasa itulah pesan saya dan sekali lagi terima kasih pak Prabowo telah berkenan hadir,” kata dia.

Prabowo sendiri mengaku senang dirinya bisa diterima bertemu dengan pengasuh.  Terlebih, pendiri pondok, almarhum KH Wahab Hasbullah merupakan tokoh besar, termasuk salah satu pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengakui, ke depan akan ada pekerjaan besar. 

Untuk itu, ia meminta izin, sowan kepada para tokoh, sesepuh rakyat, sebelum melakukan tahapan lebih lanjut. “Kita, generasi muda kadang lupa darimana berasal. Padahal, ada perjuangan bapak-bapak, termasuk kakek-kakek yang selalu dikenang, disyukuri,” ujarnya.

Setelah berdialog dan ramah tamah, rombongan Prabowo kembali melanjutkan perjalanan dengan naik helikopter. Rombongan berencana ke Bangkalan, ziarah ke makam Syaikhona Kholil.

Dari Tambak Beras di Jombang, Prabowo Subianto berkunjung ke Bangkalan, Madura. Di Pulau Garam, calon presiden ini berziarah ke makam Syaikhona Kholil.

Dalam kunjungangannya ke Bangkalan, Ketua Umum Partai Gerindra ini didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih yakni Abdul Latief Amin Imron dan Mohni serta Moreno Suprapto, Bambang Heryawan turut mendampingi ketika hendak berziarah ke makam Syaikhona Kholil di Martajasah, Bangkalan.

Prabowo beserta rombongan langsung masuk ke areal masjid tempat Syaikhona Kholil dimakamkan. Selain menabur bunga, Prabowo beserta rombongan juga berdoa dengan membaca tahlil bersama warga dan santri.

Usai berziarah dan beramah tamah dengan kader Partai Gerindra dan warga Bangkalan. Prabowo menyempatkan diri salat Ashar di masjid tersebut, sebelum melanjutakan perjalanan ke Bandara Juanda.

Dekat dengan Warga NU

Sebelum berkunjung ke Tambakberas dan Bangkalan, Prabowo lebih dulu menggelar pertemuan tertutup di rumah induk pesantren atau dalem kasepuhan dengan keluarga Ponpes Tebu Ireng, Kamis (6/9/2018) pagi. Kedatangan Prabowo di Tebu Ireng ini menjadi awal dari kunjungannya di Jombang dan Bangkalan.

Bakal calon presiden ini kemudian berziarah ke komplek makam keluarga Tebuireng. Di lokasi tersebut ada makam pendiri NU Hadratusy Syaikh Hasyim Asyari, mantan menteri Agama pertama KH Wahid Hasyim, serta mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Hanya saja, yang diperbolehkan masuk area makam hanya Prabowo beserta rombongan serta dari perwakilan pesantren. Di depan pusara para kiai NU itu, terlihat Prabowo memanjatkan doa secara khusuk. Prabowo bersama Gus Kiki (KH. Abdul Hakim Mahfud) dan rombongan juga melantunkan tahlil dan Yasin yang lekat dengan tradisi warga Nahdiyin untuk mendoakan para pendahulunya yang telah meninggal. 

Setelah itu, mantan Pangkostrad itu menaburkan bunga di makam Kiai Hasyim, KH. Wahid Hasyim serta makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beberapa makam para keluarga besar Ponpes Tebu Ireng juga tak luput dari taburan bunga.

Usai berziarah, Prabowo bercerita kepada wartawan bahwa dirinya bukan hanya dekat dengan Gus Dur, tapi juga dekat dengan NU. Maka tak heran bila dirinya cukup sering melakukan ziarah ke makam Kiai Hasyim.

“Saya kenal baik dengan Gus Dur bersama keluarga besar Wahid Hasyim. Sehingga saya selalu berziarah ke sini,” kata Prabowo.

Dia menganggap warga nahdliyin sangat penting karena menjadi bagaian dari sejarah perjuangan NKRI. Maka mantan Pangkostrad itu merasa perlu terus mendekat kepada masyarakat, terutama warga nahdliyin, tidak hanya mendekat saat jelang Pemilu, tapi setiap saat. 

“Saya kira kita memang selalu harus berhubungan erat dengan rakyat. Itu namanya demokrasi. Demokrasi artinya rakyat yang berdaulat, tentunya kita harus selalu minta dukungan rakyat. Satu di antaranya adalah kalangan Nahdiyin. Nahdiyin adalah kalangan penting bagi Indonesia,” tegasnya. 

Ketua Umum Partai Gerindra itu datang ke Tebuireng bersama rombongan, Kamis (9/9/2018) pagi sekitar pukul pukul 08.30 WIB. Selain Prabowo, nampak dalam rombongan itu Wakil Ketua DPP Gerindra Fuad Bawazir, Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno, Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad dan sejumlah elit Gerindra lainnya.

Begitu meninjakkan kaki di pesantren,Prabowo yang mengenakan kopiah dan baju safari disambut wakil pengasuh pondok Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfud atau yang akrab disebut Gus Kikin.

Dari Tebuireng, Prabowo mengunjungi pesantren Tambakberas, untuk berziarah ke makam KH. Abdul Wahab Hasbulloh yang juga pendiri NU. Terakhir, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Bangkalan, Madura,  untuk ziarah ke Makam KH Syaikhona Kholil. (safrizal) 

 

 

News Feed