oleh

Dampak Kehancuran Rupiah Mulai Terasa, Harga Kedelai Naik

-Ekonomi-92 views

 

Jakarta, Radar Pagi –  Dampak kehancuran rupiah terhadap dollar mulai terasa, setidaknya bagi produsen tahu dan tempe di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Harga bahan baku kedelai di sana sudah beranjak naik.

Meski terjadi kenaikan harga bahan baku, namun harga jual tahu dan tempe di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, masih stabil. Untuk tahu dihargai Rp 400 dan Rp 500 per biji, tergantung ukurannya. Sedangkan harga tempe Rp 4.000 dan Rp 4.500 per batangnya.

Salah satu pedagang, Aep Rahmat (60) mengakui kenaikan harga bahan baku kedelai.

“Sebelumnya kedelai per kilo Rp 7.750, sekarang menjadi Rp 8.000, naik Rp 250. Meski sedikit naiknya tapi berdampak untuk biaya produksi,” kata Aep saat ditemui di lapak dagangannya di Pasar Soreang, Jumat (7/9/2018).

Dia menuturkan kenaikan harga itu terjadi baru dua hari ini, karena dollar AS naik.

“Dollar naik, bahan baku pasti naik. Soalnya kedelainya impor. Kedelainya impor karena kalau di kita (Indonesia) dari mana kedelainya?” katanya.

Aep menambahkan, sejak berjualan tempe dan tahu tahun 1995 silam, meski harga kedelai naik, untuk menaikkan harga tahu dan tempe di pasaran cukup sulit.

“Susah kalau mau naikin harga, harus serentak dan musyawarah, dari dulu juga gitu,” tambahnya.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan kenaikan dolar merupakan fenomena internasional. Dia berharap semoga Indonesia terus bertahan di tengah persaingan perekonomian dunia.

“Kita tekankan impor sekalian, naikkan produk lokal, harus percaya produk lokal itu bagus. Jangan tergantung kepada impor,” ujar Dadang di Masjid Al-Fathu Soreang.

Tidak hanya kedelai, Dadang juga berujar jagung dan pakan ternak juga diimpor dari luar negeri.

“Kebijakan kita mendorong (tidak impor), untuk lebih kreatif dan proaktif di sektor industrinya sampai menciptakan sendiri,” ujarnya.

Saat disinggung apakah pihaknya akan menggelar operasi pasar murah, Dadang berujar pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi.

“Ini sedang ada persiapan rapat, antisipasi jangan sampai inflasi terus menggerogoti, supaya inflasi tidak menggoyang Kabupaten Bandung,” ucap Dadang.

 (mus/dtf/dtc)

 

News Feed