oleh

Fadli Zon Curiga Refly Harun Dipecat Karena Sering Kritik Pemerintah

-Utama-514 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Wakil Ketua DPR Fadli Zon curiga bila pemecatan Refly Harun dari jabatan komisaris utama PT Jasa Marga dikarenakan terlalu sering melontarkan kritik terhadap pemerintah.

“Sangat disayangkan pencopotannya karena sering mengkritik,” ujar Fadli di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Menurut Zon, pencopotan Refly menjadi bukti bila pejabat komisaris di setiap BUMN dipilih karena kedekatan dengan pemerintah, bukan karena kemampuannya. Tak heran banyak BUMN merugi karena orang yang diletakkan di sana bukan orang professional, tapi orang yang bekerja untuk kepentingan politik penguasa.

“Sekarang ini rezim anti kritik dan bahkan mengarah ke otoritariansme,” katanya.

Sebelumnya ucapan senada dilontarkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Asman Natawijana mengaku terkejut dan baru mengetahui pemberhentian Refly tersebut. 

“Mudah-mudahan bukan karena sering kritik pemerintah, kalau pemerintah salah ya harus dikritik. Pak SBY dulu juga sering dikritik,” kata Azam di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/9/2018)

Politisi Partai Demokrat itu kecewa jika pemecatan Refly karena selaku pakar hukum tata negara belakangan sering mengkritisi pemerintah.

“Jadi nggak bisa nggak ada dasarnya. Harus ada dasarnya. Jangan mentang-mentang suka kemudian dibesar-besarkan. Terus kalau nggak suka langsung dikecilkan,” katanya.

Azam menilai seharusnya sejak awal pemerintah tidak seenaknya mengangkat orang sebagai Komut BUMN.

“Salah sendiri dulu kenapa diangkat? Sekarang kemudian kenapa akhirnya diberhentikan? Diangkat itu ada dasarnya, diberhentikan juga ada dasarnya,” katanya.

Dalam Pilpres 2014 lalu, komentar-komentar Refly Harun sebenarnya menunjukkan keberpihakan kepada Joko Widodo. Tak heran bila kemudian banyak pihak menilai jabatan sebagai Komisaris Utama Jasa Marga yang diberikan pada 2015 adalah hadiah atas perannya dalam pemenangan Jokowi sebagai Presiden RI.

Namun belakangan Refly kelihatan berbalik arah. Dia cenderung mengkritisi kebijakan pemerintah, khususnya yang menyangkut masalah hukum, sehingga timbul lagi dugaan bahwa pemecatan Refly lantaran karena sikap kritisnya kepada pemerintah. .

Refli sendiri dicopot dari jabatannya setelah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sementara itu, politisi Partai Nasdem Sahat Silaban berpendapat pemecatan Refly pasti didasarkan penilaian yang objektif.

“Saya kira Pak Presiden kita nggak seperti itu. Saya yakin dia (Refly Harun) diberhentikan karena kondisi Jasa Marga yang menurun,” ucap Sahat di komplek DPR, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut Sahat, laba Jasa Marga terus mengalami kemerosotan karena banyak hal. Walaupun proyek melimpah namun beban yang harus ditanggungnya juga banyak. (cahyo)

News Feed