oleh

Rupiah Longsor, Luhut: Jangan Panik, Ini Solusinya

-Ekonomi-95 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi melemahnya kurs rupiah terhadap dollar.

“Saya tidak melihat bahwa Indonesia berada dalam keadaan krisis besar. Tidak perlu khawatir dan panik berlebih bahwa krisis 1998 akan terulang lagi. Kondisi sekarang jelas jauh berbeda,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (7/9/2018).

Dalam sisi fundamental ekonomi, menurut dia, saat ini jauh lebih baik. Pertumbuhan mencapai 5,27 persen di kuartal kedua 2018. Angka itu tertinggi sejak 2014 lalu.

Inflasi pun masih terkendali di angka 3,20 persen per Agustus 2018. Begitu juga dengan rasio utang yang cukup rendah di angka 34 persen, sedangkan pada 1998 silam mencapai 60 persen.

“Saya katakan, kondisi kita jauh lebih kuat dibanding Argentina dan Turki,” kata Luhut.

Guna memperkuat rupiah, kata Luhut, pemerintah telah menawarkan solusi yang dinilai efektif, yaitu mengurangi impor, optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta perbaikan pariwisata.

Luhut memberi contoh, mengurangi impor bisa dilakukan dengan cara mengganti penggunaan bahan bakar crude oil dengan biodiesel. Cara ini diharapkan bisa mengurangi hingga 2,3 miliar dolar AS impor minyak. 

Dia juga menunda sejumlah proyek pembangunan listrik di Pulau Jawa. Penundaan ini upaya untuk mengendalikan impor komponen yang menyebabkan defisit transaksi perdagangan, dan membuat nilai tukar rupiah terus melemah.

Luhut merasa perusahaan pembangkit listrik tidak menaati kewajiban pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga impor komponen melambung.

Pemerintah Tidak Bisa Kurangi Impor

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkritik kebijakan pemerintah untuk pembatasan impor dan ekspor untuk menghadapi gejolak rupiah.

Dahnil mengungkapkan pemerintah tidak bisa memaksa pengusaha mengurangi impor karena demand (permintaan konsumen) terhadap produk tinggi. Pengusaha juga tidak bisa dipaksa untuk ekspor besar-besaran

Dilansir TribunWow.com, hal ini diungkapkan Dahnil Anzar melalui Twitter miliknya, @DahnilAnzar, Kamis (6/9/2018), Dahnil menyoroti tidak pahamnnya pemerintah mengenai fundamental ekonomi.

Pengusaha tidak bisa dipaksa mengurangi impor karena memang demand terhadap produk impor tinggi. Pun pengusaha tdk bisa dipaksa ekspor besar2an bila insentif terkait itu tdk ada. Jadi ngomongin fundamental ekonomi sebenarnya paham tdk yg dimaksud dengan fundamental ekonomi?,” tulis akun @DahnilAnzar. (eka)

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

News Feed