oleh

Jokowi Kuasai 75% Media, Prabowo Tak Gentar

-Utama-92 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Masuknya Erick Thohir sebagai ketua Tim Kampanye Nasional (TPN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin membuat kubu Jokowi menguasai 75% media nasional. Sebab sebelumnya sudah ada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh (Media Group) dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesudibjo (MNC Group).

Erick sendiri lewat Mahaka Group-nya dikabarkan memiliki saham besar di beberapa media nasional, baik cetak maupun elektronik.

“Di kubu Joko Widodo makin bertambah baron-baron media,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, beberapa saat lalu.

“Artinya media mainstream hampir 75 persen sudah dikuasai oleh pihak kompetitor kita,” sambung Arief.

Untuk mengantisipasi pemberitaa media mainstream yang sebagia besar sudah dikuasai kubu Jokowi, Arief mengimbau para pendukung Prabowo-Sandi untuk bekerja keras menyebarkan program-program pasangan Prabowo-Sandiaga ke tengah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami masalah ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi bangsa saat ini.

Meski kehadiran Erick bisa berpengaruh pada pemberitaan nasional, namun bukan berarti otomatis membuat generasi milenial memilih Jokowi-Ma’ruf.

Pada perhelatan Pilpres 2019 nanti, kata Arief, Prabowo memiliki Sandiaga sebagai pasangan yang bisa menjadi wakil dari anak muda dan generasi milenial.

“Kan Sandiaga yang ikut berlomba di pilpres. Kecuali Erick Thohir yang jadi cawapres Joko Widodo baru bisa mewakili pemilih muda dan milenial,” kata Arief.

Arief menjelaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan para pedagang kecil, buruh, petani, guru, dan profesi masyarakat klas bawah lainnya untuk mensosialisasikan program kerja pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Termasuk para mahasiswa para mahasiswa di setiap pelosok kota/kabupaten untuk mensosialisasikan program Prabowo-Sandi,” katanya.

Kata Arief, masyarakat lapisan bawah sengaja disiapkan karena mereka bergerak langsung di akar rumput. Selain itu, mereka juga merasakan langsung kesulitan hidup di era Jokowi.

Prabowo Tak Gentar

Keyakinan positif diperlihatkan calon presiden Prabowo Subianto. Dia tak gentar dengan penunjukan Erick Thohir sebagai Ketua TPN pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tidak ada masalah (penunjukan Erick Tohir), kami punya pertimbangan sendiri,” kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/9/2018) malam.

Menurut dia, koalisi Prabowo-Sandiaga berusaha membuat suatu tim pemenangan yang merepresentasikan semua kalangan sehingga tidak terpengaruh koalisi Jokowi-Ma’ruf.

Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menjelaskan bahwa penunjukan itu merupakan bukti kubu Jokowi mengikuti apa yang dilakukan kubu Prabowo.

“Kenapa saya bilang kubu Pak Jokowi itu jadi follower kami, karena pertama kita bikin#2019GantiPresiden, mereka bikin#TetapJokowi atau#Jokowi2Periode,” ujar Andre di Jakarta, beberapa saat lalu.

Kedua, kata Andre, ketika ada ijtima ulama yang merekomendasikan dua ulama, Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo Subianto, kubu Jokowi mengekor dengan menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya.

“Ketiga ini ketika Sandiaga Uni ditunjuk jadi pendamping Pak Prabowo, kubu Pak Jokowi akhirnya mencari ketua timses yang pengusaha muda juga,” katanya.

Namun menurut Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, penunjukan Erick Tohir bukan untuk menandingi Sandiaga Uno.

“Bukan bereaksi atas hadirnya Pak Sandi yang menjadi cawapres Prabowo,” katanya dalam talkshow di salah satu televisi swasta, Jumat (7/9/2018) malam.

Menurut dia, Thohir sudah lama dilirik oleh Jokowi, jadi bukan mendadak dipilih. (jar)

 
 

 

 

 

News Feed