oleh

Andi Arief Akui SBY Perintahkan Demokrat Bermain di Dua Kaki

-Nasional-130 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Wasekjend Partai Demokrat, Andi Arief, mengakui bila partainya bermain di dua kaki. Menurutnya hal itu merupakan perintah langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun ternyata maksud bermain di dua kaki itu adalah satu kaki di pemilihan legislatif dan satunya di pemilihan presiden.

“Soal Demokrat dua kaki jadi ramai. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki. Satu Kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres,” cuit Andi Arief lewat akun twitternya, @AndiArief, Selasa (11/9/2018).

Menurut Andi, kalau ada yang mengaku hanya bermain satu kaki dalam pemilu yang diselenggarakan bersamaan, justru terasa aneh.

“Ujung tombak pileg adalah caleg, ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat,” katanya.

Penilaian miring terhadap Demokrat muncul setelah suara kader partai besutan SBY itu terpecah belah. Sebagian mendukung Prabowo-Sandiaga, sebagian condong ke Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menanggapi isu ketidaksolidan Partai Demokrat dalam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden 2019 nanti, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai sebagai sebuah kewajaran.

“Apa yang terjadi di Demokrat adalah realita politik dalam setiap event demokrasi seperti Pilkada maupun Pilpres,” kata Muzani di Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Muzani memberi contoh, dalam setiap pemilihan bupati, wali kota, gubernur, tidak ada kader dari satu partai yang solid mendukung calon yang direkomendaskan.

“Setiap pemilihan bupati, wali kota, gubernur tidak ada satu partai pun yang solid mendukung bupatinya wali kotanya yang direkomendasi karena selalu ada pembelahan-pembelahan,” ujarnya.

Namun Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) merasa isu Partai Demokrat yang tengah bermain dua kaki tak benar adanya.

“Pak SBY nggak gitu, kata siapa?” kata Zulhas di Hotel Balairung, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Selasa (11/9/2018).

Dia memastikan koalisi pendukung Prabowo-Sandi tidak hanya kompak, tapi juga solid.

Isu ketidaksolidan Demokrat mencuat setelah sebelumnya Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengaku partainya sedang mempertimbangkan untuk memberikan dispensasi kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Papua untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. (hadi)

News Feed