oleh

Jangan Takut! Prabowo Tidak Akan Ganti Pancasila dengan Khilafah

-Nasional-73 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Prabowo Subianto menegaskan tidak akan mengganti ideologi Pancasila dengan konsep khilafah jika nanti terpilih sebagai presiden dalam Pilpres 2019.

Menurut Prabowo, sejak muda dia sudah menjadi prajurit TNI yang bersumpah membela bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

“Saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa saya untuk Pancasila dan NKRI. Jadi, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI,” kata Prabowo usai bertemu dengan Sinta Nuriyah Wahid dan Yenny Wahid di kediaman Gus Dur, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Dia bercerita dalam pertemuan dengan mantan ibu negara itu, ada yang menanyakan kebenaran isu bahwa dirinya ingin mengubah ideologi Pancasila dengan konsep khilafah.

Prabowo mengaku tertawa geli mendengar pertanyaan itu, yang selama ini dia cita-citakan adalah menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Bukan Pancasila dan UUD 45 yang hanya dipakai layaknya mantra, namun tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh. 

“Masalah khilafah itu adalah propaganda yang sebetulnya picik, tapi berbahaya karena rakyat bisa terpengaruh. Saya melanjutkan perjuangan pengabdian saya setelah keluar dari tentara di parpol yaitu Gerindra. Di Gerindra Anda bisa cek AD/ART semua azasnya adalah Pancasila. Kemudian kita punya sumpah kader. Di Gerindra itu bukan janji atau ikrar, sumpah kader. Dan sumpah kader itu bahwa setiap kader Gerindra bersumpah untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Di tempat terpisah, Anggota DPD RI Fahira Idris melihat telah terjadi kesalahan mengidentifikasi ancamanan terhadap Pancasila. Salah kaprah ini ditandai dengan getolnya kelompok tertentu yang melebali kelompok lain yang berbeda pendapat sebagai radikal, tidak nasionalis dan antipancasila. Padahal ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan sosial yang semakin meruncing adalah ancaman nyata bagi Pancasila dan negeri ini.

“Tetapi anehnya ancaman nyata ini dianggap angin lalu. Jika di sebuah negeri terjadi ketimpangan luar biasa antara kaya dan miskin maka perbedaan sekecil apa pun sangat berpotensi menjadi konflik dan perpecahan,” tukas Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/9/2018).

Dia memberi contoh  ketimpangan kepemilikan lahan karena penguasaan lahan oleh segelintir orang sudah melahirkan konflik agraria di banyak tempat. “Semua ini terjadi karena ada ketidakadilan,” katanya.

Soal ketimpangan ekonomi yang dipaparkan Fahira memang menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari pasangan Prabowo Subianti-Sandiaga Uno. Pasangan ini  bahkan menyampaikan pesan lewat sebuah video yang diunggah di akun Twitter Sandi, Kamis (13/9/2018) kemarin. 

Dalam video tersebut, Prabowo meminta mandat kepada rakyat agar terpilih di Pilpres 2019. Dia memastikan dengan mandat tersebut, pasangan Prabowo-Sandi akan mampu mengatasi masalah ekonomi bangsa.   

“Kami yakin kami bisa mengatasi masalah ekonomi bangsa. Kami akan kumpulkan putra-putri terbaik, pakar-pakar terbaik dan yang punya integritas, punya kejujuran, kami yakin kami mampu atasi masalah ekonomi,” tutur Prabowo. (jar)

 

News Feed