oleh

Ada Suguhan Kopi Gayo di GAMIFest 2018

-Kabar Seni-71 views

 

Aceh, Radar Pagi – Setelah tahun lalu sukses diselenggarakan, Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 atau Festival Internasional Dataran Tinggi Gayo – Alas kembali digelar di empat wilayah kabupaten di Provinsi Aceh..

Pembukaan telah berlangsung di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, Jumat, 14 September 2018 malam kemarin. Diwarnai guyuran hujan deras, warga di kota dingin itu tetap antusias menyaksikan pembukaan GAMIFest 2018. Antusiasme penonton yang datang dari berbagai daerah terlihat dari penuhnya hunian hotel di Kota Takengon jelang pembukaan festival.

Sementara pada acara penutupan yang rencananya akan digelar di Kabupaten Gayo Lues pada Sabtu, 24 November mendatang akan ditampilkan pagelaran Tari Saman se-Dunia.

“Pada acara penutupan akan dimeriahkan dengan penyelenggaraan festival budaya Saman di Kabupaten Gayo Lues,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin, dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Minggu (16/9/2018). 

Beragam tarian Dataran Tinggi Gayo Alas ditampilkan dalam GAMIFest, antara lain Tari Guel, Tari Saman, Tari Didong, dan Tari Bines. Selain itu, ditampilkan pula pentas Wonderful Gayo Alas, sport tourism, pameran, serta wisata kuliner, salah satunya sajian kopi Gayo yang mendunia. Ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam festival tahun ini yaitu ‘The Power of Nature’.

Menurut Amiruddin, tujuan utama penyelenggaraan GAMI Festival 2018 adalah sebagai pintu masuk dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan di poros tengah melalui kegiatan kepariwisataan, kebudayaan dan pertanian, khususnya agro industri.

“Hal ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah pada 2 Maret 2016 yang lalu untuk melakukan upaya strategis Percepatan Pembangunan Dataran Tinggi Gayo-Alas (DTGA).” Katanya.

Aman Ega, penggiat budaya di Aceh Tengah, merasa  takjub dengan ramainya pengunjung di Kota Takengon selama GAMIFest. “Luar biasa ramai. Perhelatan ini berhasil menyedot kunjungan wisatawan,” kata Aman Ega

Sementara Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, upaya percepatan pembangunan DTGA antara lain dengan mengandalkan potensi yang agro forestry, agro industry dan agro tourism. Serta ditunjang dengan  wisata agro, sejarah dan adventure

“Aceh menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara (wisman) khususnya Sabang yang menjadi persinggahan favorit bagi wisatawan kapal pesiar dan kapal yacht dunia,” ujar Nova. 

Aceh dengan branding The Light of Aceh (Cahaya Aceh) pada 2017 lalu dikunjungi sebanyak 2.944.169 wisatawan terdiri atas  2.865.189 wisnus dan 78.980 wisman, atau meningkat dibandingkan pada 2016  sebanyak 2.154.249  terdiri atas 2.077.797 wisnus dan 76.452 wisman.

Sementara tahun ini wisatawan yang berkunjung ke Aceh diproyeksikan sebanyak 4 juta wisnus dan lebih 150 ribu wisman. (idris)

News Feed