oleh

Demokrat Sayangkan Pemberitaan Asia Sentinel yang Sudutkan SBY

-Nasional-158 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Wasekjen DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyayangkan pemberitaan Asia Sentinel terkait bail out Bank Century yang menyudutkan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya, media asing tersebut dalam pemberitaannya tidak didukung dengan data ang akurat.

“Sangat disayangkan sebuah media international, mau menjadi media fitnah untuk kepentingan pihak-pihak tertentu demi menghancurkan nama baik SBY dan Partai Demokrat, walau dengan-dengan cara-cara yang kotor dan tidak bertanggung jawab,” ujar Didi Irawadi Syamsuddin, dalam keterangan persnya, Selasa (18/9/2018).

Didi juga menyayangkan pemberitaan Asia Sentinel yang jauh dari prinsip kode etik pers, yaitu menjunjung tinggi etika, martabat, dan kehormatan pers. Menurutnya, berita yang disuguhkan Asia Sentinel tidak berimbang, sepihak, dan tendensius.

“Benarkah ini media internasional yang patut dipercaya atau sekadar media pesanan penebar hoax?” sesalnya.

Menurutnya, jika data yang dimiliki Asia Sentinel akurat, maka seharusnya artikel itu terbit tidak terlalu lama setelah kasus Bank Century berhembus.

“Jadi penuh tanda tanya apa tujuan dan motif sesungguhnya media ini hembuskan isu jelang Pilpres dan Pileg 2019,” urai anggota Komisi XI DPR itu.

Didi pun mempertanyakan terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang skala korupsinya lebih besar ketimbang Bank Century justru tidak diberitakan. Padahal, isu tersebut masih bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Patut diduga ada kepentingan politik di balik berita yang terus diangkat secara masif tersebut,” katanya.

Dalam pemberitaannya, Asia Sentinel menulis SBY menggunakan Bank Century untuk melakukan pencucian uang hingga US$12 miliar. Namun saat Radar Pagi menurunkan berita ini, artikel yang menyudutkan SBY tersebut sudah hilang dari laman Asia Sentinel.

SBY Tempuh Jalur Hukum

SBY sendiri dipastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum, karena dirasa sangat merugikan dan merupakan pencemaran nama baik.

“Ingat, negara kita adalah negara hukum. Bukan negara gruduk dan negara kekerasan. Saya pastikan kita akan menggunakan hak hukum kita untuk menyelesaikan masalah ini. Akan kita kejar sampai ke ujung dunia mana pun, yang merusak dan menghancurkan nama baik kita. Ini juga berlaku bagi pihak-pihak di dalam negeri yang ikut-ikutan memfitnah dan merusak kehormatan kita,” kata dia di acara ulang tahun Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018) kemarin..

Presiden ke-6 RI ini berharap agar tidak ada lagi hoax atau fitnah yang dimainkan segelintir orang tidak bertanggung jawab, demi memenangkan suatu kontestasi politik yang dinilainya tidak beradab.

“Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih atas simpati dan dukungan yang sangat luas dari saudara-saudara saya, rakyat Indonesia, agar saya tetap kuat dan tegar. Insyaallah, saya akan tetap kuat sambil berikhtiar agar keadilan sejati datang,” kata dia.  (eka)

 

News Feed