oleh

Indonesia Targetkan Ekspor Pupuk Rp 8,31 Triliun

-Ekonomi-77 views

 

Bontang, Radar Pagi – Indonesia mentargetkan mampu mengekspor pupuk urea, amoniak dan NPK senilai Rp 8,31 triliun hingga akhir 2018. Ekspor ini dilakukan setelah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk untuk petani dalam negeri.

“Kami berkomitmen menjaga penjualan ekspor sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa negara dan kembali memperkuat nilai rupiah. Hal ini juga merupakan kebanggaan bahwa produk pupuk kami berdaya saing tinggi dan dapat diterima di pasar Internasional,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat  saat melepas  ekspor 20 ribu ton pupuk urea ke Filipina di pelabuhan PT Pupuk Kalimantan Timur, Selasa (18/9/2018).

Turut hadir dalam pelepasan ekspor  ini, Menteri BUMN Rini Soemarno  dan sejumlah deputi meneg BUMN. 

Aas menjelaskan, sepanjang Januari – Agustus 2018, Pupuk Indonesia telah mengekspr 1.081.435 ton pupuk ke berbagai negara, terdiri dari 6.162.294 ton urea, 371.841 ton amoniak dan 93.290 ton NPK, dengan total nilai Rp 4,66 trilliun.

Sebagai produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara, Pupuk Indonesia menguasai pasar pupuk negara-negara di Asia Tenggara, juga merambah ke wilayah Asia Timur seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan. 

Menurut Aas, produk Pupuk Indonesia pun telah dikirim ke Jordania, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Chile, Puerto Rico, dan Peru. “Ke depannya, untuk lebih meningkatkan ekspor, Pupuk Indonesia akan memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan melalui berbagai kegiatan promosi tingkat internasional dan juga ikut serta dalam kegiatan misi dagang,” kata Aas.

Untuk pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri, Pupuk Indonesia Grup telah menyediakan stok pupuk dalam jumlah besar, dengan jumlah dua kali melebihi ketentuan stok yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga cukup untuk musim tanam Oktober-Maret mendatang.

“Dalam menghadapi musim tanam Oktober-Maret mendatang, kami menyiapkan stok pupuk di gudang lini II dan III yang jumlahnya melebihi ketentuan pemerintah, sehingga aman untuk musim tanam. Kami juga mempercepat proses pengiriman dari gudang-gudang ke distributor dan kios sehingga distributor dan pemilik kios dapat segera menebus pupuk sesuai dengan alokasinya sehingga pupuk tidak terlambat diterima oleh petani,” kata Aas. (jun)

 

News Feed