oleh

PDI Perjuangan Bantah Kwik Kian Gie Hijrah ke Kubu Prabowo Karena Dicuekin Jokowi

-Nasional-100 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kwik Kian Gie hijrah ke kubu Prabowo-Sandiaga, namun status kader PDI Perjuangan yang disandangnya membuat ekonom senior itu tidak bisa menjadi timses, melainkan penasehat ekonomi saja. Meski begitu, hijrahnya Kwik merupakan tamparan keras bagi kubu Jokowi. Apa yang membuat ekonom senior itu balik badan? Bagaimana respon PDI Perjuangan?

Dicuekin oleh Megawati dan Jokowi, rupanya hal itulah yang menyebabkan Kwik Kian Gie hijrah mendukung Prabowo-Sandiaga.

Awalnya, Kwik membuat buklet berisi kebijakan ekonomi yang diharapkan bisa diadopsi oleh Megawati bila terpilih sebagai presiden dalam Pilpres 2004. Namun, menurut Kwik, buklet berjudul ‘Platform Presiden’ ternyata tidak dijadikan rujukan oleh Megawati.

Kemudian pada Pilpres 2009, Kwik kembali menulis buku serupa yang sudah disesuaikan dengan keadaan ekonomi Indonesia terkini, tapi buklet ini kembali tidak mendapat respons.

Bertahun-tahun kemudian, ketika suami Megawati, Taufiq Kiemas, meninggal dunia, Kwik bertemu dengan Jokowi. Kwik pun menyodorkan pemikirannya kepada Jokowi. Namun lagi-lagi tidak ada respon, bahkan lebih parah lagi, tidak ada reaksi.

“Satu kata pun tidak ada reaksi, tidak ada sambutan apa-apa,” kata Kwik Kian Gie di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sikap dingin Megawati dan Jokowi itulah yang akhirnya membuat Kwik memilih Prabowo-Sandiaga, sebab keduanya ternyata tertarik dan menghargai pemikiran Kwik yang dituangkan di buku ‘Platform Presiden’.

Namun Kwik menegaskan dirinya tetap kader PDI Perjuangan.  “Jadi kita jangan menganggap penasihat, struktur, tidak begitu. Saya masih kader PDIP sampai saat ini,” kata Kwik.

Kwik mengaku peranannya di kubu Prabowo tak menjadi masalah. Bahkan Kwik menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tak mempersoalkannya.

“Ibu Mega sama sekali tidak menegur saya. Dan setiap kali ada rakernas, saya masih hadir,” ujarnya.

Dari kubu Jokowi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah bila Jokowi tak merespon pemikiran Kwik. Menurutnya, justru Jokowi sudah menerapkan pemikiran itu.

“Pak Jokowi menjalankan konsepsi pembangunan dari pinggiran, pembangunan yang tak hanya mengedepankan daya kreatifitas, tapi juga kemampuan rakyat Indonesia untuk berproduksi dengan membangun infrastruktur. Itu kan juga merupakan bagian dari gagasan-gagasan dari Pak Kwik,” ujar Hasto.

“Kemudian melakukan upaya untuk renegosiasi sehingga Freeport, kita punya kedaulatan di dalam mengusahakan kekayaan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Blok Mahakam, kemudian Blok Rukan, baru saja di Riau, itu kan juga bagian dari gagasan-gagasan dari Pak Kwik,” sambungnya.

Bagi sebagian pihak, hijrahnya Kwik menjadikan kubu Jokowi tak memiliki ekonom tangguh. “Ya itulah saya belum melihat di kubu Pak Jokowi juru bicara yang rada berkelas gitu, jadi dalam bidang ekonomi nggak kelihatan, dalam bidang politik juga tidak kelihatan,” ujar Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Baca juga: http://radarpagi.com/kwik-kian-gie-hijrah-ke-kubu-prabowo-jokowi-rugi-besar/

“Karena dia (Kwik Kian Gie) tidak saja politisi PDIP, tetapi juga nasionalis ekonomi dan pemegang aliran ekonomi yang penting di Indonesia ini,” sambung Fahri.

Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno pun ikut menengahi. “Mungkin karena kesibukan (Jokowi dan Megawati sehingga tidak memerhatikan buku Kwik),” ujar Hendrawan. (jar)

 

News Feed