oleh

Kubu Jokowi Sebut Timses Prabowo-Sandiaga Rombongan Sirkus

-Nasional-554 views

 

Jakarta, Radar Pagi –  Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni melihat Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berjumlah total 800 orang  mirip rombongan sirkus.

“Saya kaget mendengar pernyataan Pak Djoko Santoso (Ketua Timses Prabowo-Sandi) bahwa timses mereka 800 orang, dengan 15 direktorat. Ini tim sukses kok kayak rombongan sirkus?” kata Antoni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/9/2018).

Antoni yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini menilai struktur timses Prabowo-Sandi yang cenderung ‘gemuk’ sebagai bentuk kegugupan Prabowo-Sandi dalam bertanding dengan Jokowi-Ma’ruf.

“Kelihatan banget gugup dan takut kalahnya,” katanya.

Antoni pun menyombongkan timses Prabowo-Sandi dengan struktur timses Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, timses Jokowi-Ma’ruf memiliki struktur ramping sehingga lebih efisien. 

“Timses Jokowi-Ma’ruf hanya 155 orang dari sebelas direktorat. Struktur kami ramping, efisien, dan berorientasi kerja spesifik dan fokus,” katanya.

Ketua Timses Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, sebelumnya menyebut ada 800 orang bergabung sebagai tim pemenangan pusat.

“Itu hanya di pusat saja,” kata Djoko di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (20/9).

Dia menyebut nantinya masih ada tambahan dari tim pemenangan yang ada di daerah. Namun dia tidak menjelaskan secara terperinci jumlah tambahan yang berasal dari daerah. 

Hak Prabowo-Sandiaga

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Kajian Politik Ekonomi Indonesia, Barata, menilai sah-sah saja sebuah tim sukses terdiri dari sedikit atau banyak orang.

“Masing-masing kan punya alasan sendiri,” katanya.

Dia berpendapat tak perlu meributkan isi rumah tangga tetangga. “Istilahnya tetangga mau punya anak sedikit atau banyak, itu kan hak mereka,” katanya.

Barata sendiri menyoroti kelakuan Raja Juli Antoni yang belakangan ini kelihatan cari perhatian (caper) dengan terlalu banyak mengomentari urusan orang lain.

“Terlalu caper, tapi memang bisa dimaklumi karena 1-2 tahun lalu, banyak orang belum tahu siapa dia (Raja Juli Antoni). Sekarang ka mendadak tenar,” kata Barata. (david)

 

 

News Feed