oleh

Ingin Lawan Bandit Politik, Alasan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Gabung ke Prabowo-Sandi  

-Nasional-77 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak, melihat Indonesia sedang mengalami ketidakadilan di bidang hukum, ekonomi dan politik. Penyebabnya adalah karena ada bandit politik (political bandit) menguasai negeri ini.

“Ketidakadilan itu disebabkan adanya bandit politik,” ujar Dahnil kepada wartawan di kediaman Prabowo, Kertanegara IV, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Dahnil ingin turut berperan memberantas bandit politik itu. Caranya dengan bergabung bersama pasangan Prabowo-Sandi yang dinilai memiliki kesamaan visi dan misi untuk memberantas bandit politik.

“Saya melihat ada kesamaan visi untuk melawan ketidakadilan. Saya memutuskan bergabung ke pasangan Pak Prabowo-Sandi karena kita butuh pemimpin yang berani,” ujar Dahnil yang didapuk sebagai Ketua Jurubicara pasangan Prabowo-Sandi ini.

Dahnil mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. 

“Berani buat keputusan apapun yang menurut dia benar. Termasuk memberantas mafia impor misalnya, bandit politik yang selama ini sesungguhnya menjadi masalah utama di negeri ini,” kata Dahnil.

Dijelaskannya masalah utama negeri ini bukan sekedar teknorasi atau teknis ekonomi, sebab kalau hanya masalah teknis ekonomi, maka siapapun bisa menyelesaikan. Tapi keberanian untuk lawan bandit politik, itu yang dibutuhkan negeri ini.

“Saya memutuskan ikut paslon ini (Prabowo-Sandiaga) untuk melawan itu,” kata Dahnil.

“Jadi janji Prabowo-Sandiaga menghadirkan Indonesia adil makmur melawan bandit politik,” tegas Dahnil.

Menyikapi tudingan Waketum Gerindra Fadli Zon yang menuding kubu Jokowi disusupi PKI, Dahnil berharap hal itu jangan sampai menjadikan pihak lawan menjadi baper alias terbawa perasaan.

“Bagi saya politik itu ruang untuk menyampaikan gagasan, ide dan juga beradu gagasan. Jadi jangan ‘baperan’,” kata Dahnil.

Dahnil meminta kepada kubu lawan untuk mematahkan argumen Fadli Zon tersebut dengan narasi-narasi yang baik.

“Jadi itu tadi kuncinya jangan baperan. Mengingatkan PKI berbahaya kepada publik itu kan sah-sah saja,” kata Dahnil yang langsung mengundurkan diri sebagai PNS setelah bergabung dalam timses Prabowo-Sandiaga.. (jar)

 

News Feed