oleh

Perang ‘Potong Bebek Angsa PKI’ PSI vs Fadli Zon, Siapa Bakal Menang?

-Nasional-86 views

 

Potong bebek angsa masak di kuali
gagal urus bangsa maksa dua kali
fitnah HTI fitnah FPI
ternyata mereka lah yang PKI
fitnah HTI fitnah FPI
ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali
gagal urus bangsa maksa dua kali
takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalala lala
takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalala lala

Allahu Akbar

 

Jakarta, Radar Pagi – Perang ‘Potong Bebek Angsa PKI’ terjadi antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Fadli Zon. PSI berniat melapor ke polisi dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bila Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak menghapus postingan video ‘Potong Bebek Angsa PKI’ di akun media sosial twitter miliknya @fadlizon.

“Tetapi PSI tidak akan melaporkan Fadli Zon bila ia pada akhir pekan ini bersedia menurunkan video tersebut sambil berjanji tidak akan gaduh di media sosial selama pemilu seperti yang diharapkan Pak Prabowo,” ujar Juru Bicara PSI Rian Ernest di Jakarta, Sabtu (22/9/2018). 

Rian menilai video ‘Potong Bebek Angsa PKI’ milik Fadli Zon bertentangan dengan isi pidato Prabowo saat pengundian nomor urut di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat kemarin. Saat itu, Prabowo meminta kepada para pendukungnya untuk menjaga Pilpres 2019 dengan damai, sejuk, dan penuh semangat kekeluargaan.

Video yang di-posting Fadli menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng pinguin. Mereka membentuk formasi tarian sambil berjoget diiringi lagu ‘Potong Bebek Angsa’ versi Fadli Zon. Dalam lagu tersebut terdapat lirik ‘ternyata merekalah yang PKI’. Kalimat inilah yang menjadi persoalan.

Video tersebut juga mendapat tanggapan dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia membiarkan masyarakat yang menilai sikap Fadli.

“Ya kalau pimpinannya sudah berkampanye, kampanye baik, tidak menghina, punya komitmen, tapi anak buahnya melakukan hal yang berbeda, ya kan publik bisa menilai,” ujar Hasto di gedung KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Senada dengan Rian, Hasto juga mengingatkan baru semalam Ketua Umum Gerindra sekaligus Calon Presiden 2019 Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, mengimbau semua pihak menciptakan kesejukan di masa kampanye.

“Baru aja diucapkan komitmennya. Orang akhirnya akan melihat (karena) politik ini satunya kata dan satunya perbuatan. Ya kalau kami partai yang punya disiplin,” ujar Hasto.

Sementara Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago meminta Fadli Zon berhati-hati mengeluarkan pernyataan.

“Hati-hati nuduh orang tanpa bukti! Mulutmu harimaumu,” kata Irma Suryani Chaniago.

Menurut Irma yang juga menjabat juru bicara timses Jokowi-Maruf Amin, definisi ‘PKI’ yang sebenar-benarnya adalah yang meraih kemenangan dengan segala cara. Dia mencontohkan isu jualan agama dan penyebaran fitnah.

“Yang gunakan segala cara untuk menang itu justru pakai cara-cara PKI. Siapa ya? Dari jualan agama, hoax, sampai fitnah. Masih mampu tuding-tuding orang lain?” katanya.

Irma kemudian mengingatkan soal foto Fadli Zon di depan makam tokoh komunis Karl Marx. “Yang foto depan Karl Marx siapa ya? Yang kagum dengan Karl Marx siapa ya? Jangan lempar batu sembunyi tanganlah,” katanya.

Ace Hasan, Jubir Timses Jokowi dan Ma’ruf Amin, menyebut unggahan Fadli Zon itu sebagai aksi yang “sangat tidak kreatif banget”. Sebagai balasannya, Ace pun menulis lirik versinya sendiri:

Potong bebek angsa
Masak di kuali
Ngaku beragama fitnah sana sini
Demi kuasa, pakai ijtima
Pengusaha pun dipanggil ulama
Lala la la la la la la la….

Sedangkan juru bicara Tim Sukses Prabowo-Sandi Siane Indriani juga menyayangkan postingan video plesetan tersebut.

“Memang hal-hal seperti itu sebaiknya tidak dilakukan,” kata Siane di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Siane mengimbau kubunya untuk tidak melakukan hal-hal yang bersifat menjelekkan pihak lain. Dia menjelaskan perbuatan itu justru akan berdampak tak baik untuk pihaknya.

Bahkan Sandiaga Uno yang menjadi lawan Jokowi dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 ikut  mengingatkan bahwa rakyat sudah lelah dengan cara-cara kampanye seperti ini. Sandiaga Uno juga mengingatkan para kader pendukung oposisi untuk berkampanye secara cerdas dan menyenangkan.  

“Harapan kita dan Bang Zul (Zulkifli Hasan), masyarakat sudah lelah terpecah belah, masyarakat ingin rukun damai dan saling meningkatkan toleransi,” ujar Sandiaga Uno.

Jangan Baperan

Di tempat terpisah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta posting-an video di akun Twitter Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon tak ditanggapi dengan bawa perasaan alias baper

“Jadi kita gembira dengan berbagai cara menyampaikan argumentasi. Di sisi lain juga kita bergembira dalam berargumentasi dan menyampaikan gagasan. Saya ingin mendorong bersama jubir yang lain, ada 28 orang, memastikan narasi yang diproduksi selama kontestasi ini adalah narasi-narasi yang menggembirakan,” kata Dahnil

Dia menjelaskan tujuan dari postingan Fadli adalah mengingatkan publik tentang bahaya PKI.

“Mengingatkan kepada publik bahwa PKI berbahaya kan sah-sah saja. Bahwa undang-undang kita, sejarah kita, misalnya pernah punya tragedi panjang terkait pemberontakan PKI. Sah-sah saja,” katanya.

Menurut Dahnil, lirik dalam video yang di-posting Fadli Zon tidak menuding siapa pun karena tak ada nama yang disebut.

“Saya pikir nggak ada yang dituding. Mereka-nya siapa kan nggak tahu,” kata dia.

Senada dengan itu, kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman mengatakan tidak ada nama siapapun yang ditulis dalam lirik itu. “Pak Fadli tidak sebut siapa yang PKI, sehingga tidak ada yang punya legal standing untuk melaporkan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (22/9/2018).

Jika pun jadi dilaporkan, Habibirukhman yakin polisi akan obyektif. “Itu hak mereka, tapi kami yakin aparat bisa bersikap obyektif,” ujarnya.

Fadli zon sendiri terlihat santai menanggapi masalah ini. Menurutnya, video yang dipostingnya adalah bentuk kreativitas dan itu bukan hal yang salah. Dia menyebut tak ada memfitnah siapa-siapa terkait cuitannya itu

“Saya kira kita harus belajar berdemokrasi lah. Dan itu kreativitas yang masih ada di koridor demokrasi kok. Demokrasi kita itu mengajarkan suatu kebebasan selama tidak memfitnah orang lain. Jadi siapa yang merasa terfitnah? Kecuali orang itu memang merasa,” ujar Fadli saat dihubungi, Sabtu (22/9/2018).

Dia meminta PSI belajar lagi soal demokrasi. “Ya belajar dulu lah berdemokrasi. Tapi kalau enggak ya saya kira laporkan balik juga gampang. Ya kan, santai saja,” katanya. (hadi/safrizal)

baca juga: http://radarpagi.com/prabowo-jangan-serahkan-satu-jengkal-tanah-pun-ke-asing/

News Feed