oleh

Ketum APKOMINDO Hadiri HUT 40 IKAL Bertema “Demokrasi Sehat, Negara Kuat“

-Jabodetabek-192 views

Foto: (ka-ki) Ketum APKOMINDO Ir. Soegiharto Santoso (Hoky), Dr. Ir. Mustafa Abubakar, Ir. Dasono Manurung, Komjend Pol. (P) Drs. Togar M. Sianpar dan Vincent Suriadinata SH.

Jakarta, radarpagi.com – Pada acara puncak HUT 40 Tahun  (Pancawindu) IKAL bukan saja dihadiri sekitar dua ribu alumni Lemhannas berbagai daerah, seperti Papua, Yogyakarta, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi Tengah, Aceh Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Banten dan Jakarta.

Tetapi turut juga hadir sejumlah pemimpin negeri, antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Temu akbar Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) dalam rangka puncak HUT Pancawindu IKAL bertema “Demokrasi Sehat, Negara Kuat“ berlangsung di Balai Samudera Jakarta, pada Senin, 26 Maret 2018 silam. Ada tiga gubernur yang hadir pada saat itu, yaitu Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie, dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo.

Ir Soegiharto Santoso bersama Jenderal TNI Purnawirawan Agum Gumelar

Dalam kesempatan ini Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo mengutarakan Lemhannas memberikan semangat reformasi kepada para peserta didik agar mampu bersaing dengan dirinya sendiri dan juga dengan rekan-rekannya. Hal ini karena ke depan, orang semakin individualistis sehingga perlu diimbangi secara sadar untuk membangun kerjasama.a.

“Oleh karena itu penilaian akan ditentukan pada penilaian substansi. Dimana pustalarya dari Lemhannas tetap pada konsensus kebangsaan dan kebhinnekaan, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian, penilaian antara kepribadian dan akademik tidak disatukan. Karena kedua hal itu sulit untuk disatukan. Artinya apabila seseorang penampilannya menarik namun akademiknya kurang apabila disatukan, maka nilai akademiknya menjadi penting,” ungkap Agus Widjojo.

Menurutnya aspek akademik dan kepribadian inilah yang dipisahkan. Perubahan kepribadian begitu banyak lagi bagi para tutor dan pembimbing untuk mampu mengidentifikasi sifat-sifat kepribadian yang ada pada para peserta. “Hal itulah yang diharapkan, menjadi catatan bagi para institusi dan pimpinan,” kata Gubernur Lemhannas,” ujar Agus Widjojo.

Sementara itu Dr. H. Irianto Lambrie menegaskan, alumni Lemhannas berwatak pejuang dan membela Pancasila. Tidak ada kata kompromi terhadap pihak yang merongrong Pancasila dan NKRI.

Ia mengajak seluruh alumni Lemhannas di Kaltara untuk menjadi agen pemersatu bangsa. “Saya mengingatkan, sehubungan dengan pesta demokrasi yang tengah bergulir saat ini, anggota IKAL dituntut netral. Atribut IKAL tidak diperkenankan untuk mendukung salah satu pasangan calon,” tandas Irianto.

Selain itu, Ia mengingatkan agar TNI dan Polri untuk tetap solid, jangan sampai terpecah. Karena, soliditas TNI/Polri sangat menentukan keutuhan bangsa ini. Irianto juga menegaskan pentingnya pesan Wakil Presiden H. M. Jusuf mengenai kader bangsa dan leadership.

Menurut Irianto Lambrie, Indonesia harus memandang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia saat ini. Berbagai tantangan harus dihadapi. Ada dua tantangan yang harus diwaspadai, yaitu percepatan dan perubahan sistem ekonomi dunia.

Reuni HUT 40 Tahun (Pancawindu) IKAL

“Indonesia tak lagi berhadapan dengan Cold War, tetapi Hot War. Peran Information Technology (IT) menjadi bagian hidup seseorang, tapi juga mampu menjadi alat peperangan sebuah bangsa,” ujarnya.

Untuk itu Irianto berharap masyarakat Indonesia, tak terkecuali Kaltara harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi dua tantangan pokok itu.

Irianto meminta agar TNI dan Polri juga harus diperkuat keberadaannya, karena ada beberapa ancaman keutuhan bangsa yang tak dapat diselesaikan dengan jalan perdamaian, tapi butuh operasi militer.

“Untuk itulah, Kaltara selalu mendukung penuh percepatan pembentukan kekuatan TNI/Polri,” ucpnya.

Sedangkan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa IKAL Komisariat Provinsi Sulsel memiliki arti tersendiri di Sulawesi Selatan. Kemandirian daerah menjadi sangat penting, maka hubungan kerjasama perdagangan antara provinsi dan daerah menjadi harapan untuk perkembangan perekonomian ke depan.

Dari Sulsel juga turut hadir dalam acara reuni akbar IKAL Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulsel, M. Iqbal Suhaeb dan Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan Imran  */igo

News Feed