oleh

Bupati Intan Jaya Bersama Gubernur dan Kepala Daerah se-Papua Bertemu Presiden Pekan Depan

 

Jayapura, Radar Pagi – Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni SS, M.Si bersama para Bupati/Wali Kota lainnya di Papua berencana akan bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (1/10/2018) pekan depan. Dipimpin Gubernur Papua Lukas Enembe, para kepala daerah ini akan membahas persoalan penerimaan CPNS 2018, IPDN serta nasib tenaga honorer Kategori 2 (K2).

Hal tersebut terungkap dalam rapat bersama 28 Bupati dan Wali Kota serta Kepala BKD, DPRP dan MRP di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (25/9/2018) kemarin.

“Paling lambat Senin atau Selasa pekan depan kita akan ketemu presiden, kita sesuaikan dengan jadwal beliau,” ujar Gubernur Lukas dalam rapat tersebut.

Lukas meminta setiap kepala daerah dan BKD untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang akan dibawa saat bertemu Presiden di Jakarta, sehingga apa yang menjadi keinginan pemerintah dan masyarakat Papua bisa segera dijawab oleh Presiden.

“Semua harus satu suara untuk ini, karena permasalahan yang dihadapi terkait CPNS sama di setiap daerah di Papua,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang akan dibahas dalam pertemuan di Jakarta pekan mendatang adalah persoalan penerimaan CPNS dan juga siswa Praja IPDN di Bumi Cenderawasih yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodir Orang Asli Papua (OAP).

Sementara itu usai rapat digelar, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Hery Dosinaen, menuturkan bahwa dalam rapat antar kepala daerah se-Papua itu dihasilkan beberapa keputusan yang dikuatkan dengan pernyataan sikap yang ditandatangani Gubernur, Ketua MRP, Ketua DPRD, bersama para Bupati/Wali Kota.

“Seperti Papua melaksanakan seleksi CPNS secara offline, keputusan tentang CPNS ditentukan oleh penjabat pembina kepegawaian (gubernur, bupati, wali kota),” ujar Hery.

Selain itu, penerimaan CPNS 2018 tidak hanya untuk bidang kesehatan, pendidikan dan teknis lainnya mengingat banyak pelamar kerja memiliki pendidikan umum atau sosial. “Juga ada tenaga honorer Kategori 2 (K2) yang belum terakomodir dan masih diperjuangkan, dan juga soal (penyelenggaraan) PON tahun 2020 (di Papua),” kata Hery.

Lanjut Hery, kampus IPDN Papua selanjutnya juga akan dijadikan tempat untuk pelatihan bagi anak-anak Papua dalam rangka mempersiapkan diri untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi sekolah-sekolah kedinasan, tidak hanya IPDN, tetapi juga TNI,Polri, Telkom, dan lainnya.

“Semua ini harus kita persiapkan sedini mungkin,” kata Hery. (Om Yan)

Baca juga: http://radarpagi.com/cegah-frambusia-mewabah-bupati-intan-jaya-gerak-cepat-bentuk-tim-kesehatan/

 

 

 

News Feed