oleh

Ketua MPR: Pemerintah Impor Barang Karena Tak Mau Repot Atur Negara

-Ekonomi-159 views

 

Pekalongan, Radar Pagi – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) ikut dalam rombongan Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, berkunjung ke sentra perajin batik di Kampung Batik Pesindon, Kelurahan Bendan Kergon Kecamatan Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018).

Dalam kesempatan itu, Zulhas mengatakan kebijakan impor yang diambil pemerintah dikarenakan pemerintah tidak mau direpotkan dalam hal mengatur negara.

“Karena tak ingin direpotkan, maka keputusan impor diambil,” katanya kepada wartawan.  

Menurut Zulhas, jika gula, bawang dan barang lainnya semua diimpor, maka para petani lambat laun akan mati. Dia menilai sebenarnya ada cara yang lebih efektif yaitu subsidi.

“Semahal apapun kalau produk dalam negeri memang harus dibeli. Maka dari itu semoga saja kebijakan yang diusung oleh Prabowo-Sandi tentang keberpihakan petani bisa merubah situasi perekonomian di Indonesia,” katanya.

Kedatangan Sandiaga Uno bersama rombongan disambut ratusan warga yang mayoritas pengrajin batik. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini pun menyerap berbagai keluhan dari perajin, mulai dari penurunan daya beli hingga biaya produksi yang mahal.

Menurut Sandiaga, biaya produksi batik menjadi mahal karena bahan baku batik yang masih diimpor.

Dia melihat pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini belum bisa dirasakan masyarakat kecil. Buktinya dirasakan para perajin batik sebagai pelaku ekonomi mikro yang belum mendapat manfaat dari proyek tersebut. 

“Harapan kami, pembangunan yang selama ini berjalan dapat turut serta mengangkat sektor ekonomi mikro, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar bisa naik kelas dan mengentaskan kemiskinan dan juga pengangguran di masyarakat,” kata Sandi.

Sandi pun berjanji kepada warga di sana jika terpilih sebagai wakil presiden, maka dirinya akan mencarikan solusi agar pengrajin batik dan pedagang yang ada di Kota Pekalongan tetap bisa hidup dan berkembang.

Dia juga berjanji akan membuka gerbang perekonomian lewat jalan tol. “Jalan tol memang ditujukan untuk rakyat, jadi UMKM berhak masuk (berjualan) ke rest-rest area yang ada,” katanya.

Pembangunan Pasar Banjasari yang lamban juga akan diprioritaskan Sandi melalui pembiayaan APBN. (martanus)

Baca juga: http://radarpagi.com/sandi-proyek-infrastruktur-pemerintah-nggak-ada-untungnya-bagi-umkm/

Baca juga: http://radarpagi.com/wanita-yang-meludah-dan-acungkan-jari-tengah-ke-rombongan-jokowi-dikenakan-wajib-lapor/

 

 

News Feed