oleh

Sandi: Proyek Infrastruktur Pemerintah Nggak Ada Untungnya Bagi UMKM

-Ekonomi-86 views

 

Pekalongan, Radar Pagi – Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, mengunjungi sentra perajin batik di Kampung Batik Pesindon, Kelurahan Bendan Kergon Kecamatan Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018).

Kedatangan Sandiaga disambut ratusan warga yang mayoritas pengrajin batik. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini pun menyerap berbagai keluhan dari perajin, mulai dari penurunan daya beli hingga biaya produksi yang mahal.

“Biaya produksi mahal karena bahan baku batik yang masih impor,” ujar Sandi, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini belum bisa dirasakan masyarakat kecil. Hal itu terlihat dari para perajin batik sebagai pelaku ekonomi mikro yang belum mendapat manfaat dari proyek tersebut. 

“Harapan kami, pembangunan yang selama ini berjalan dapat turut serta mengangkat sektor ekonomi mikro, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar bisa naik kelas dan mengentaskan kemiskinan dan juga pengangguran di masyarakat,” kata Sandi.

Menurutnya, inti pembangunan adalah ekonomi, jika ekonomi berkembang pastinya pembangunan akan berjalan maju.

“Untuk itu, kami akan suarakan keluhan warga Kota Pekalongan terkiat industri batik, jika dolar naik dan bahan baku mahal dampaknya daya beli masyarakat menurun, untuk mengantisipasi hal tersebut, ekonomi kreatif perlu didorong dan diperkenalkan ke masyarakat terutama ke para pengerajin batik agar bisa bersaing menggunakan bahan baku alternatif,” ujarnya.

Sandi pun berjanji kepada warga di sana jika terpilih sebagai wakil presiden, maka dirinya akan mencarikan solusi agar pengrajin batik dan pedagang yang ada di Kota Pekalongan tetap bisa hidup dan berkembang.

Dia juga berjanji akan membuka gerbang perekonomian lewat jalan tol. “Jalan tol memang ditujukan untuk rakyat, jadi UMKM berhak masuk (berjualan) ke rest-rest area yang ada,” katanya.

Pembangunan Pasar Banjasari yang lamban juga akan diprioritaskan Sandi melalui pembiayaan APBN.

“Intinya jika 80 persen menggunakan APBN dan 20 persen diberikan pada investor, pasar akan cepat tertangani dan pengelolaan pasar di bawah negara, kami yakin dengan menggunakan APBN Pasar Banjarsari akan lebih cepat dibangun,” katanya. (martanus)

Baca juga: http://radarpagi.com/ketua-mpr-pemerintah-impor-barang-karena-tak-mau-repot-atur-negara/

Baca juga: http://radarpagi.com/wanita-yang-meludah-dan-acungkan-jari-tengah-ke-rombongan-jokowi-dikenakan-wajib-lapor/

News Feed