oleh

Wanita yang Meludah dan Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Jokowi Dikenakan Wajib Lapor

-Nasional-124 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Seorang wanita bernama Tania Mailianda Nurlitasari (27) ditangkap oleh Satlantas Polres Jakarta Timur pada Senin (24/9/2018) kemarin, setelah mengendarai mobil dengan ugal-ugalan dan memaksa masuk ke dalam rombongan Presiden Jokowi yang tengah melintas di Tol Jagorawi.

Bukan cuma itu, wanita yang mengemudikan mobil Suzuki Ignis dengan nomor polisi B 2473 TOL tersebut juga meludah dan mengacungkan jari tengahnya ke arah rombongan presiden.

Bahkan wanita itu juga sempat menabrak anggota PJR yang sedang berjaga di sekitar Tol Jagorawi saat berusaha dibawa ke luar Tol Jagorawi. Beruntung, petugas yang ditabrak Tania tidak terluka parah.

Insiden peludahan dan pengacungan jari tengah kepada rombongan Presiden Jokowi di pintu tol ini kemudian menjadi pembahasan hangat di media sosial.

Insiden tersebut dinilai menjadi bagian dari tindakan vandalisme bagi berjalannya demokrasi.

“Melihat laporan dan berita yang berkembang, kami menilai tindakan wanita tersebut tergolong vandalisme, mengarah kepada pelecehan terhadap kepala negara,” ujar Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, dilansir rmol.

Sambung dia, terkait perbedaan pandangan dan pilihan politik, tidak perlu melakukan hal-hal yang di luar batas kewajaran.

Bagi dia, Presiden sebagai simbol negara sudah memiliki aturan-aturan protokoler dalam menjalankan aktivitasnya. Pengawalan ketat oleh Paspampres dalam lalu lintas presiden adalah bagian dari aturan tersebut.

“Terlepas dari apapun pilihan politik kita, ada aturan-aturan protokoler dan tata krama kita sebagai orang Timur dalam berinteraksi dengan orang lain, terlebih dengan Kepala Negara,” ungkapnya.

PSI yang merupakan representasi dari generasi milenial melihat kebebasan berekspresi itu harus dituangkan ke dalam ucapan dan tindakan yang proporsional, beradab dan bermartabat.

Oleh karena itu, PSI mendukung upaya Polri dalam mengusut tuntas kejadian ini di sisi penegakan hukum agar tidak mengambang pada ruang perdebatan politik.

“Kami berharap Pemilu 2019 menjadi pemilu yang mencerdaskan bangsa, mengangkat tingkat kedewasaan bangsa ini dalam berdemokrasi,” pungkas Uki. 

Pelaku Tidak Tahu Itu Rombongan Jokowi

Menurut Kasat PJR Polda Metro Jaya AKBP Slamet Widodo, Tania diperiksa di Polres Jakarta Timur. “Wanita itu sudah dibawa ke Polres Jaktim, di sana diperiksa,” kata Slamet, Selasa (25/9/2018).

Di sana Tania menyangkal meludahi rombongan Presiden dan menyangkal mengacungkan jari tengah. Dia juga mengaku tak mengetahui rombongan yang ia terobos dan ludahi adalah rombongan Presiden.

Sementara Kanit Lantas Jaktim AKP Agus saat dikonfirmasi, Selasa (25/9/2018) memastikan saat kejadian Tania dalam keadaan sehat dan tak mengkonsumsi minuman keras serta obat-obatan atau narkoba.

“Enggak mabuk, enggak ada obat,” tegas Agus.

Kejadian bermula saat Tania menerobos rombongan Presiden di Tol Jagorawi dari arah Bogor ke Jakarta pada Senin (24/9/2018), sekitar pukul 09.30 WIB. Terlihat dia mengendarai mobil ugal-ugalan dengan pola zig-zag. Mobil Tania juga memaksa masuk ke dalam rombongan kendaraan presiden.

Paspampres yang mengiringi Jokowi sudah meminta Tania untuk keluar dari rombongan, namun ia justru meludah dan mengacungkan jari tengah. Paspampres kemudian meminta petugas patroli jalan raya (PJR) untuk mengeluarkan kendaraan Tania dari rombongan Presiden.

Tania akhirnya dihadang oleh petugas PJR dan digiring keluar jalan tol di wilayah Jakarta Timur. Saat keluar dari pintu tol inilah Tania juga menabrak seorang petugas PJR.

Saat ini, Tania telah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden ini. Tania dijerat dengan Undang-undang Lalu Lintas, karena menabrak seorang petugas patroli jalan raya (PRJ) yang berusaha menghalaunya dari rombongan Presiden.

“Kami kenakan UU Lantas di Pasal 3 ayat 11 Jo Pasal 3 ayat 10 karena mengendarai dengan lalai hingga mengakibatkan korban luka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).

Usai menjalani pemeriksaan selama 24 jam, Tania telah dipulangkan, namun diharuskan untuk menjalani wajib lapor. Ia tidak ditahan sebab ancaman kurungan penjara di bawah lima tahun.

“Setelah 24 jam kita pulangkan, itu kan (ancaman pidananya) 2 tahun dan denda Rp 4 juta. Dia mengendarai mobil kemudian menyerempet anggota hingga terluka,” ucap Argo. (hadi/gun)

Baca juga: http://radarpagi.com/ketua-mpr-pemerintah-impor-barang-karena-tak-mau-repot-atur-negara/

Baca juga: http://radarpagi.com/sandi-proyek-infrastruktur-pemerintah-nggak-ada-untungnya-bagi-umkm/

 

 

News Feed