oleh

Bali Dikepung Narkoba, 200 KIPAN Dikerahkan

-Bali - NTB-344 views

 

Bali, Radar Pagi – Indonesia darurat narkoba! Kepala BNN Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa menyebut ada 50.000 pengguna narkoba di Bali.

“Ada sekitar 50.000 pengguna narkoba di Bali. Kami sedang melakukan upaya pemberantasan. Dimulai dari aparatur pemerintah dengan program test urine dan akan ditindak tegas pagi yang positif,” ujar I Putu Gede Suastawa dalam acara ‘Pelatihan Kader Inti Pemuda Antinarkoba’, yang digelar di Grand Mega Hotel Bali, pada 24-26 September 2018.

Dalam diskusi tersebut terungkap, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga dalam pemberantasan narkoba di Bali. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan desa adat.

“Selain itu kami juga melakukan kerjasama dengan desa adat di seluruh Bali untuk melakukan pengawalan dan pendampingan korban penyalagunaan narkoba. Regulasinya sudah diatur oleh perda, dimana setiap desa diwajibkan membentuk relawan,” katanya.

Relawan dari desa adat tersebut, diberi wewenang untuk memberi sanksi bagi pengguna penyalahgunaan narkoba. Tetapi bagi pengguna narkoba yang sukarela melaporkan diri akan difasilitasi oleh BNN untuk mendapat fasilitas rehabilitasi gratis, bebas hukum dan dijaga kerahasiaannya.

Maraknya peredaran narkoba di Pulau Dewata menjadi salah satu sebab mengapa pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), mengadakan ‘Pelatihan Kader Inti Pemuda Antinarkoba’ yang digelar selama 3 hari berturut-turut.

“Peredaran narkoba semakin menggila, tidak hanya di kota saja tetapi telah masuk ke desa-desa, bahkan menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) peredaran narkoba sudah masuk ke pelosok-pelosok hutan di Kalimantan, Sumatra dan lainnya” kata Alfredo, Kemenko PMK.

Arifin, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, menjelaskan pelatihan yang ditujukan bagi kaum muda ini, telah diselenggarakan selama tiga tahun. Pada tahun 2018 ini, ada tiga pelatihan yang dicanangkan Kemenpora, yaitu di Aceh (telah terselenggara), di Bali (sedang berlangsung) dan di Jakarta (bulan depan).

Menurut Arifin, Pelatihan ini menyikapi pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa Indonesia sedang mengalami darurat narkoba.

“Oleh karena status kita darurat narkoba, maka kemenpora komitment dan peduli menyelenggarakan pelatihan semacam ini untuk turut serta memberantas peredaran narkoba,” katanya.

Kemenpora melibatkan berbagai kelompok dan organisasi di Pulau Bali ini bertujuan untuk membangun gerakan menangkal bahaya penyalahgunaan penggunaan narkoba. Kegiatan ini diikuti 200 pemuda dari 5 kabupaten di Bali, yaitu Denpasar, Klungkung, Tabanan, Gianyar dan Badung.

Sebanyak 200 pemuda dari 5 kabupaten tersebut direkrut sebagai Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN).

Melihat banyaknya peserta yang ikut pada setiap event pelatihan yang diselengarakan, Arifin optimis, gerakan melawan bahaya narkoba dapat menuai keberhasilan.

Polda Lampung Ringkus Kurir Sabu Rp2,4 Miliar

Di tempat terpisah, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung meringkus kurir narkoba Nia Apriyani (23) yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram (kg).

Warga Kabupaten Bengali Provinsi Riau itu diketahui hendak menjual sabu yang disembunyikan dalam kemasan makanan ringan senilai Rp2,4 miliar kepada warga Kota Bandarlampung berinisial SS.

“Tersangka Nia diamankan di halaman parkir Rabo Bank Jalan RA Kartini, Tanjungkarang Pusat,” kata Dirresnarkoba Polda Lampung, Kombes Shobarmen saat jumpa pers di Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, Rabu (26/9/2018).

Penangkapan yang dilakukan pada Kamis pekan lalu ini dilakukan berdasarkan undercover Polda Lampung,” katanya.

Bila barang haran tersebut berhasil dibeli, maka SS hendak menjualnya kembali ke tempat-tempat hiburan malam di Bandarlampung,

”Besar kemungkinan ke tempat hiburan,” katanya.

Nia mengaku sudah dua kali dibayar Rp20 juta setiap kali mengantar paket narkoba.  

”Pertama lolos, ini yang kedua kali,” katanya. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/anies-cabut-izin-reklamasi-13-pulau-ini-daftarnya/

 

News Feed