oleh

Kubu Jokowi & Prabowo Saling Klaim Suara Gusdurian

-Nasional-523 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Keluarga almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur resmi mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Buntutnya, suara kaum Nahdliyyin pun diperkirakan akan mengikuti pilihan politik keluarga mantan Presiden RI ke-4 itu. Namun ada satu lagi suara ‘kaum’ yang juga diperhitungkan karena dianggap mampu mendongkrak perolehan suara dalam Pilpres 2019 mendatang, yaitu Gusdurian.

GUSDURian atau kadang ditulis Gusdurian adalah sebutan untuk para murid, pengagum, dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Mereka mendalami pemikiran Gus Dur, meneladani karakter dan prinsip nilainya, dan berupaya untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Gus Dur sesuai dengan konteks tantangan zaman.

Jumlah pengagum Gus Dur tentu sangat banyak jumlahnya. Meski tidak diketahui pasti berapa jumlahnya, namun bukan mustahil mencapai jutaan. Bayangkan bila suara sebanyak itu dapat diarahkan untuk memilih paslon tertentu. Perolehan suara bisa naik secara signifikan.

Tak heran bila kubu Jokowi maupun Prabowo berharap banyak kepada suara kaum Gusdurian ini. Apalagi berbeda orang, berbeda pikiran. Hanya karena putri Gus Dur, Yenni Wahid, menyuarakan dukungan keluarganya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin, tidak otomatis Gusdurian pun akan memberikan dukungan yang sama, terlebih mengingat mereka adalah pengagum Gus Dur dan bukan pengagum putri Gus Dur, meski Ketua Konsorsum Gusdurian dijabat oleh Yenni Wahid.

“Kami menghormati karena hak beliau (Yenni Wahid) untuk menentukan pilihan politik mau mendukung siapa saja. Tapi saya yakin di bawah, dari Gusdurian, tadi kami sempat dialog, itu menjadikan pilihan di bawah untuk memberikan pandangan-pandangan politik yang mungkin punya pilihan lain,” ujar Politisi Partai Gerindra Nizar Zahro di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Dia berharap Gusdurian bisa menilai calon pemimpin mana yang akan membela kesejahteraan rakyat. “Menurut kami kebutuhan dasar itu adalah bagaimana listrik murah, bahan pokok murah,” kata Nizar.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan hal yang sama. Tidak semua suara Gusdurian dan Nahdatul Ulama (NU) akan mengalir ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab, kata dia, pemilih Gusdurian dan NU sudah rasional dalam menentukan sosok pemimpin. 

“Kami optimis Pak Prabowo akan mendapatkan suara Gusdurian dan NU juga,” tutur Andre di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Sementara Wasekjen DPP PAN Saleh Daulay Partaonan berpendapat dukungan Yenny Wahid, tidak akan mempengaruhi perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Sebab pengikut Gus Dur merupakan pemilih cerdas yang menjatuhkan pilihan politiknya berdasarkan kalkulasi politik rasional.

“Kami yakin banyak Gusdurian yang masih akan tetap memilih Prabowo-Sandi,” ujar Saleh di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pun merasa yakin Gusdurian akan ada yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 nanti. “Masyarakat sekarang ini sangat tergantung pada tokoh yang akan dipilih. Belum tentu apa yang dikatakan Yenny akan diikuti oleh pengikutnya. Dulu juga begitu. Megawati dengan KH Hasyim Muzani, yang menang SBY,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Fadli pun mengutip ucapan Gus Dur dalam sebuah tayangan televisi bertahun-tahun silam yang menyebut bahwa Prabowo Subianto adalah orang yang bersih dan bisa dipercaya. ang bisa dipercaya itu, ya omongan Gus Dur. Banyak orang-orang yang dekat dengan Gus Dur, juga yang berada dipihak kami, banyak juga di tim jurkam kita.” kata Fadli.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, juga meyakini banyak dari Gusdurian yang tidak mengikuti pilihan politik keluarga Gus Dur. “Kami sangat optimis walaupun Ma’ruf jadi cawapres Jokowi, kalangan NU sejauh pengamatan kami dan kunjungan kami, memberikan dukungan besar bagi Prabowo-Sandi,” katanya, Rabu (26/9/2018) kemarin.

Senada dengan Riza, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yakin efek calon wakil presiden Sandiaga Uno dalam menggaet suara kaum milenial cukup besar, sehingga dari kalangan Gusdurian pun bisa lebih memilih pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Kami sedang berusaha untuk masuk ke massa milenial NU-nya. InsyaAllah kuat juga,” kata Mardani, kemarin.

Dari kubu Jokowi, Ketua DPR, Bambang Soesatyo, berharap para kiai dan para panutan tokoh-tokoh di NU itu bisa memberikan impact kepada di bawahnya untuk memilih Jokowi

Politisi Partai Golkar yang kerap disapa Bamsoet itu sudah menebak jika keluarga Gus Dur akan berpihak kepada Jokowi-Ma’ruf.

“Memang keluarga beliau (Yenny) dari awal mendukung Pak Jokowi makanya kita bersyukur secara struktural maupun kultural NU seluruhnya berada di Pak Jokowi,” kata Bamsoet di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Secara kultural, kata Bamsoet, NU memiliki patron yang luar biasa kepada kiai dan tokohnya. Artinya apa kata tokohnya, suara satu hingga ke bawah.

“Maka kita harapkan masyarakat atau para Nahdliyin, Gusdurian juga memilih Pak Jokowi secara politik,” katanya.

Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan mengatakan keputusan keluarga Gus Dur akan semakin mendongkrak potensi kemenangan petahana. Apalagi, Gusdurian memiliki massa yang relatif kuat.

“Orang baik pada akhirnya akan memilih dan berdiri di barisan orang- orang baik,” kata Sutrisno, dilansir rmol, Kamis (27/9/2018).

Dengan deklarasi kemarin, tim kampanye di Sumut juga akan langsung berkoordinasi dengan pendukung Gus Dur yang dikenal dengan sebutan Gusdurian di Sumut.

“Dukungan ini sangat penting, dan semakin menambah keyakinan bahwa Jokowi Ma’ruf Amin akan memenangkan pilpres mendatang. Dukungan ini secara signifikan akan menggerakkan basis-basis Gus Dur di seluruh Sumatera Utara,” katanya. (mus/joko/harun)

Baca juga: http://radarpagi.com/psi-nyuruh-prabowo-nyebur-ke-laut-gerindra-orang-sombong-biasanya-jatuh/

News Feed