oleh

Bantuan untuk Korban Gempa Tsunami Donggala-Palu Mulai Berdatangan

-Sulawesi-130 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Usai terjadi beberapa kali gempa  dengan kekuatan puncaknya 7,7 SR pada pukul 18.02 Wita di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah, gelombang tsunami menerjang Pantai Talise di Kota Palu dan sebuah pantai di Donggala.

Meski tidak separah tsunami Aceh 2004 silam, namun sejauh ini diketahui sudah beberapa korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Berapa pastinya jumlah korban tewas maupun luka-luka belum diketahui.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan masih melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban.  

“Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan,” kata Sutopo, Jumat (28/9/2018) malam

Sutopo sendiri bersama pejabat BNPB lainnya berangkat ke Makassar pada Jumat malam. Dari sana  langsung menuju Kota Palu dan Donggala menggunakan helikopter. Tim tersebut langsung dipimpin oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei.  

“Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari 28/9/2018 pukul 19.26 WITA hingga 29/9/2018 pukul 19.20 WITA. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan,” kata Sutopo. 

Kendala di lapangan, kata Sutopo, adalah padamnya listrik yang menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi.

“Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi listrik padam juga menyebabkan gelap gulita di Palu dan Donggala. Gempa susulan masih terus berlangsung,” kata Sutopo.

Tapi menurutnya, operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo juga melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut.

Saat berita ini diturunkan, Basarnas mengirim 30 personel beserta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga mengerahkan personel dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat.

Sementara Palang Merah Indonesia (PMI) juga mengirim personelnya untuk membantu para korban bencana gempa dan tsunami. Untuk tahap awal, 20 personel yang terdiri dari tim assesment serta ambulance dan respons dikirim dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Nantinya mereka bertugas melakukan tindakan awal kedaruratan seperti penyelamatan, melakukan kajian cepat untuk menganalisa kebutuhan. Selain itu, memobilisasi sumber daya personel sesuai dengan kompetensinya dan berkoordinasi melalui PMI Provinsi Sulawesi Tengah dan PMI Pusat.

Personel tersebut akan langsung menuju lokasi yang terdampak paling parah untuk bergabung dengan personel lainnya seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Basarnas dan relawan lainnya.

Dari TNI, ratusan prajurit TNI akan dikerahkan ke Palu untuk memberikan bantuan dan pertolongan kepada para korban. Anggota TNI ini dikerahkan dari Pulau Jawa bersama Kodam XIV Hasanuddin, Sabtu (29/9/2018).

“Ada 20 truk akan berangkat dari Makassar ke Mamuju. Truk ini digunakan untuk mengangkut pasukan TNI dari Jawa menuju Palu, Sulawesi Tengah,” kata Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah, saat dimintai konfirmasi, Jumat (28/9/2018) malam.

Karena tidak bisa mendarat di Palu, pesawat Hercules yang mengangkut para prajurit TNI akan mendarat d Mamuju. Setelah itu, personil diangkut menggunakan truk ke Palu.

“Ini tugasnya membantu kesehatan, pengobatan, dan sebagainya. Pengobatan perlu bagi para korban juga. Ya termasuk tenda kesehatan di lapangan dan dapur umum,” ujar Kolonel Inf Alamsyah.

1 SSK Zeni Tempur Kodam XIV Hasanuddin juga akan dikerahkan ke Palu untuk memberikan pertolongan kepada para korban gempa dan tsunami.

“Kalau dari Kodam ada 1 SSK dari Zipur, mungkin sekitar 100 orang, terdiri atas petugas kesehatan juga,” katanya. (mas)

Baca juga: http://radarpagi.com/dahsyatnya-tsunami-palu-ada-kapal-terlempar-70-meter/

News Feed