oleh

90 Gempa Susulan Terjadi di Palu dan Donggala, BNPB Minta Bantuan Satelit PBB  

-Sulawesi-94 views

 

Makassar, Radar Pagi – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat ada 90 kali gempa susulan terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah hingga Sabtu (29/9/2018) tengah hari waktu setempat.

Tercatat gempa berkekuatan di bawah 4.0 Skala Richter (SR) terjadi sebanyak 19 kali. Kemudian gempa berkekuatan di bawah 5,0 SR terjadi sebanyak 56 kali dan gempa di atas 5,0 SR terjadi sebanyak 15 kali.

“Gempa susulan ini yang kami catat hingga pukul 12.00 Wita,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Balai Besar M&G BalaisarBesar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilyah Makasar, Siswanto di Makassar, Sabtu (29/9/2018).

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan yang umumnya kekuatannya semakin kecil.

Sementara itu, BNPB mengaku kesulitan melakukan pemetaan dan pendataan dampak kerusakan secara detil akibat gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9). Karena itu BNPB meminta bantuan PBB untuk akses citra satelit dan bisa mendapatkan data.

BNPB bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah meratifikasi dan meminta kepada badan PBB, UN-SPIDER untuk mendapatkan kemudahan akses citra satelit resolusi tinggi.

“Banyak bangunan yang roboh sehingga untuk pendataan itu kami mengaktifasi untuk meminta citra satelit resolusi tinggi. Kami BNPB bersama LAPAN telah mengidentifikasi dengan UN spider untuk dapat mengakses citra satelit beresolusi tinggi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho,  dalam Konfersi Pers di BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Hal tersebut dilakukan agar kondisi di beberapa titik yang belum bisa dijangkau oleh para timsar dapat diketahui tingkat kerusakannya.

“Kami khawatir dalam mengkirimkan beberapa koordinat sehingga nanti dari masyarakat internasional bisa memberikan bantuan terkait dengan citra satelit beresolusi tinggi sehingga menjadi bahan untuk analisis kami, dimana daerah-daerah yang paling terdampak,” katanya.

Dia berharap, satelit tersebut dapat melewati daerah Palu dan sekitarnya, sehingga bisa diketahui daerah terdampak gepa dan tsunami paling parah dengan akurat.

“Kalau melihat intensitas gempa yang dirasakan di Kabupaten Donggala lebih besar (kerusakannya) dari pada di Kota Palu. Sehingga hipotesis dugaan kami bahwa kerusakan yang ada di Kota Donggala lebih parah,” katanya.

Dengan data citra satelit yang bisa memotret objek kurang dari 10 cm, kata dia, data itu yang akan menjadi dasar operasi penanganan darurat gempa bumi dan tsunami di Sulteng. 

Disinggung mengenai membuka kemungkinan bantuan internasional, ia menyebut hal itu tergantung keputusan Presiden.”Itu bergantung presiden yang mendapat masukan menteri, BNPB,” katanya. (mas)

Baca juga: http://radarpagi.com/polri-evakuasi-410-jenazah-korban-gempa-tsunami-palu/

News Feed