oleh

Gerindra Ingatkan Bahaya PKI, PSI Sebut Film G30S/PKI Jelek

-Nasional-184 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandiaga Jawa Timur, Supriyatno, mengatakan Banser didirikan sebagai reaksi dari kekejaman yang dilakukan PKI.

“PKI membuat Pemuda Rakyat, NU membuat Banser, PKI membuat Gerwani, NU membuat Muslimat dan seterusnya,” ujar Soepriyatno, usai acara nonton bareng Film G30S/PKI, Minggu (30/9/2018) malam. 

Dia pun mengisahkan kelicikan PKI yang pernah menyamar sebagai warga NU. “Usai G30S PKI tahun1965, ada peristiwa di Banyuwangi 18 Oktober 1965, PKI nyamar menjadi NU di kecamatan Gambiran. Mereka mengundang Ansor dari kecamatan Muncar lalu di sana disambut oleh Gerwani yang nyamar menjadi Fatayat. Lalu 62 orang Ansor meninggal diracun, itu sejarah lho,” kata Soepriyatno.

Dia pun  mengingatkan kembali ancaman komunis bagi bangsa ini. “Musuh sebenarnya bangsa ini adalah Komunisme, mereka sudah terlatih secara organisatoris. Itulah perlunya menonton lagi kekejaman dan kebiadaban PKI,” katanya. 

Untuk itulah, kata Soepriyatno, acara nonton bareng ini digelar agar kita tidak lupa sejarah. “Intinya kita jangan masuk ke lubang yang sama,” katanya.

Sementara itu, Pengurus MUI Pusat, Jenderal (pur) Anton T Digdoyo menegaskann tidak boleh ada larangan nonton film sejarah G30S/PKI. Dan tak boleh ubah apalagi menghilangkan adegan-adegan kebiadaban PKI dalam film tersebut.

“Karena film sejarah tersebut telah teruji dari sidang pengadilan terbuka diperkuat bukti-bukti forensik maupun scientific crime investigation cermat dan akurat,” kata Anton Digdoyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/10/2018). 

Dia pun mengingatkan bahwa dilarang membuka hubungan, apalagi kerjasama dengan lembaga apa pun yang berpaham komunisme. Bila dilanggar, maka ancaman pidananya 15 tahun.

“15 tahun sesuai amanah KUHP pasal 107 e UU nomor 27/1999 jabaran dari Tap MPRS Nomor XXV/1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan larangan paham komunisme marxisme,” jelas Anton. 

Film G-30S/PKI Jelek?

Berlainan dengan pendapat Supriyatno dan Anton T Digdoyo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menilai film G-30S/PKI sudah tidak menarik lagi untuk ditonton generasi masa kini.

“Yang pasti filmnya jelek. Dari sisi sinematografi enggak ada spesial-spesialnya,” kata Antoni di akun Twitternya @AntoniRaja, Sabtu (29/9/2018) kemarin. 

Film tersebut juga dinilai tidak memiliki nilai kreatifitas yang baik, karena dibuat pada masa rezim Orde Baru yang penuh dengan keseragaman.

“Apa yang diharapkan dari film propaganda dengan tafsir tunggal penguasa?” katanya.

Dia pun mengimbau para sutradara masa kini untuk membuat film-film serupa (bertema G30S) yang lebih menarik dengan isi yang lebih segar, mendidik dan menghibur. (arman)

Baca juga: http://radarpagi.com/korban-tewas-sudah-1-203-jiwa-jokowi-minta-masyarakat-jangan-persoalkan-hal-hal-kecil-di-palu/

 

News Feed