oleh

Korban Tewas Sudah 1.203 Jiwa, Jokowi Minta Jangan Persoalkan Hal-hal Kecil di Palu

-Nasional-413 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Tim Aksi Cepat (ACT) menyebutkan korban tewas gempa Palu dan Donggala pada Senin (1/10/2018) pagi telah mencapai 1.203 orang. Jumlah itu kemungkinan bertambah karena masih adanya korban hilang yang belum ditemukan.  

Jumlah korban tewas terbanyak terdapat di Kelurahan Petobo, Palu, yaitu 700 orang, dan paling sedikit yaitu hanya 2 orang terdapat di kelurahan Kayumalue Pajeko, Palu.

Pengungsi di Kota Palu saja diperkirakan mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 123 titik pengungsian dengan wilayah terdampak Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

“Hingga kini evakuasi masih berjalan dan kami terus melakukan pergerakan ke Lende, daerah di Donggala yang merupakan titik epicentrum gempa,” ujar Lukman Aziz selaku Humas ACT, Senin (1/10/2018).

Sejauh ini, fokus perhatian pemerintah terbagi dua antara menangani korban pasca gempa Palu dan Donggala dengan korban gempa Lombok. Sebab, ribuan korban gempa Lombok masih memerlukan bantuan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengakui bila penanganan darurat pasca gempa di Nusa Tenggara Barat belum selesai, tapi kini sudah harus menangani korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Meski begitu, pemerintah berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan keadaan di kedua provinsi tersebut.

“Percepatan pemulihan dampak gempa masih dilakukan,” kata Sutopo lewat pesan elektroniknya, Senin (1/10/2018).

Jangan Persoalkan Hal-hal Kecil di Palu

Sementara itu, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat agar dalam keadaan darurat seperti ini jangan mempermasalahkan hal-hal kecil yang sebetulnya tidak menjadi masalah dasar di sana.

Dari peninjauannya di Palu, Minggu (30/9/2018) kemarin, Jokowi menemukan bahwa memang di sana masih dalam posisi yang darurat, evakuasi belum selesai, masih banyak tempat-tempat yang belum bisa dilakukan evakuasi karena alat berat belum ada.

“Tapi tadi malam alat-alat berat sudah mulai masuk ke Palu,” terang Jokowi kepada wartawan usai menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Senin (1/10/2018) pagi.

Lanjut Jokowi, yang berkaitan dengan makanan, dengan air ini juga masalah karena toko-toko semuanya tutup, air masalah karena listrik tidak ada yang hidup. Ini juga yang harus diselesaikan tapi tidak dalam waktu singkat.

“Kemarin kita sudah perintahkan untuk didatangkan gardu yang mobile, sehingga itu bisa segera ditangani, air bisa kembali mudah didapatkan,” ujar Jokowi.

Sedang yang berkaitan dengan BBM (Bahan Bakar Minyak), menurut Jokowi juga masalah karena mau menuju kesana Airportnya belum bisa dipakai. Kemudian darat juga masih ada jembatan yang runtuh, longsoran yang itu juga menghambat.

Tapi kemarin, menurut Jokowi, bandara sudah bisa dipakai meskipun baru 2.000 meter (landasannya) tapi ini segera dalam satu minggu ini diselesaikan sehingga normal kembali kehidupan masyarakat di sana.

Adapun mengenai bantuan makanan, Jokowi menegaskan hari ini akan dikirim sebanyak-banyaknya dengan pesawat hercules dari Jakarta langsung (ke Palu).

“Ada beberapa pesawat, kemudian nanti ada lagi yang diambil dari Balikpapan dan Makassar yang lebih dekat,” tegas Jokowi seraya menambahkan, problem-problem kita di lapangan memang keluhannya seperti itu.

BBM juga hari ini diharapkan sudah bisa masuk ke Palu karena pesawat khusus tangki BBM itu sudah akan di arahkan kesana. “Saya kira problem-problem itu yang secepatnya harus kita tangani sebelum masuk ke tahapan yang kedua,” ungkap Jokowi.

Mengenai jaringan komunikasi yang rusak, Jokowi menjelaskan, lebih dari 1000 BTS juga dalam keadaan rusak. Namun semuanya sudah mulai diproses, meski memerlukan waktu.

“Ini juga akan kita lihat keadaan di Donggala seperti apa, kita sudah lihat keadaan di Parigi Moutong seperti apa, di Sigi seperti apa, semuanya, memang, ini belum kelihatan karena proses evakuasi masih berjalan,” kata Jokowi.

Dia mengaku tidak melihat adanya aksi yang dituding sejumlah pihak sebagai penjarahan paska terjadinya gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Toko-toko tutup atau mungkin ada satu dua peristiwa, karena memang ada juga toko yang memberikan atau membantu saudara saudaranya. Semuanya dalam proses membantu,” kata Jokowi. (safrizal/hadi)

Baca juga: http://radarpagi.com/gerindra-ingatkan-bahaya-pki-psi-sebut-film-g30s-pki-jelek/

News Feed