oleh

Disnaker Kota Tangerang Bentuk 24 Balai Kerja Khusus di SMK untuk Salurkan Tenaga Kerja

-Ekonomi-367 views

 

Tangerang, Radar Pagi – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan terus berupaya dalam perluasan dan penempatan tenaga kerja. Salah satunya dengan membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kepala bidang penempatan dan perluasan tenaga kerja pada Disnaker Kota Tangerang, Iing Riskomar menuturkan pembentukan BKK di SMK bertujuan memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja bagi lulusan sekolah tersebut.

Unsur yang dilibatkan dalam BKK di sekolah adalah peran serta dan tanggung jawab guru dalam mempersiapkan SDM lulusan yang handal dan kompeten serta mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Sampai saat ini sudah terbentuk 24 BKK dari 128 SMK. Kami terus melakukan sosialisasi dan pembentukan BKK di sekolah lainnya,” ujar Iing, beberapa saat lalu.

Menurutnya melalui BKK maka penyaluran lulusan SMK dan sumber informasi untuk pencari kerja menjadi lebih optimal.

Dengan demikian tenaga kerja dapat terserap dan mengurangi pengangguran sebab lulusan SMK salah satu penyumbang pengangguran terbesar.

“BKK akan bermitra dengan perusahaan dan industri sehingga akan memudahkan dalam penempatan tenaga kerja,” kata dia.

Ia menambahkan kehadiran BKK mengurangi pengangguran, Hal ini dibuktikan dengan semakin berkurangnya pemohon kartu kuning. Berdasarkan data terakhir jumlah pengangguran mencapai 74.000 menurun dari tahun sebelumnya sebesar 79.300.

“Jumlah pengangguran Kota terendah kedua dari delapan Kabupaten Kota di Propinsi Banten” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, lulusan pelajar dari SMK harus memiliki keterampilan ketika ingin masuk dalam dunia kerja. Pembuatan BKK diharapkan menjadi solusi dan pelajar yang lulus tak menjadi pengangguran sebab sudah memiliki bekal dalam pengembangan.

“Manfaatkan layanan yang ada ini untuk pengembangan kemampuan. Jangan sampai nantinya bingung ketika ingin bekerja tanpa bekal yang dimiliki,” ujarnya. (ril)

 

News Feed