oleh

Bengkaknya Akibat Operasi Plastik, Polisi Pastikan Ratna Sarumpaet Pasien RS Bedah Bina Estetika

-Hukum-121 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kabar penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet di halaman parkir Bandara Husein Sastranegara, Bandung, seperti yang dikabarkan sebelumnya dipastikan hoaks.

Polda Metro Jaya bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri yang menyelidiki dugaan pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet menemukan fakta bahwa aktivis gaek itu menjalani rawat inap untuk keperluan operasi plastik di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat pada 21 s/d 24 September. Jadi saat itu, Ratna berada di Jakarta dan bukan berada di Bandung.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, menjelaskan ruang rawat inap Ratna ada di ruang B1 lantai tiga. Hal ini diperkuat bukti kamera CCTV di RS Khusus Bedah Bina Estetika.

“Selain itu ada bukti pendaftaran, pembayaran, keterangan dr Inggrid selaku manajer medis rumah sakit tersebut, dan bukti-bukti lainnya,” kata Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018).

Polisi bahkan mengetahui bahwa Ratna keluar dari RS tersebut pada Senin 24 September 2018 pukul 21:28 WIB dengan menumpang taksi Blue Bird.

Nico mengatakan Polda Metro Jaya sudah menerima tiga laporan, sementara Bareskrim Mabes Polri menerima satu laporan terkait informasi bohong pengeroyokan Ratna. Apabila benar hoax, pelaku penyebar harus diusut.

“Di mana laporan tersebut, mereka mencantumkan dan meminta polisi menyelidiki terkait berita bohong,” katanya.

Dalam waktu dekat, polisi akan memeriksa Ratna Sarumpaet untuk membandingkan temuan polisi yang berbeda dengan pengakuan pihak Ratna.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet. Kemudian wajah Bu Ratna Sarumpaet pada saat akan datang ke rumah sakit, bagaimana? Ya kami akan melakukan pendalaman terhadap Bu Ratna Sarumpaet atau keluarganya yang mengantar atau pihak rumah sakit. Butuh waktu tapi pasti akan kami lakukan,” ujar Nico.

Sedangkan di Kota Bandung, Polda Jawa Barat juga sudah melakukan penyelidikan, dan hasilnya tidak ada saksi yang menyaksikan pengeroyokan, tidak ada nama Ratna terdaftar di rumah sakit umum maupun klinik, serta kamera CCTV bandara tidak ada merekam kejadian penganiayaan apapun.

Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana mengatakan, pihaknya memastikan tidak ada tindak pidana penganiayaan Ratna Sarumpaet di wilayah Bandara.

“Kemudian tanggal 20-24, tidak ada kegiatan internasional yang melibatkan orang asing di Bandung. Kemudian CCTV di sepanjang bandara juga tidak pernah ada atau terlihat ibu itu,” katanya. (joko/heri)

Baca juga: http://radarpagi.com/bonyok-muka-ratna-mirip-bengkak-oplas-kabar-pengeroyokan-diduga-hoaks/

News Feed